PUI Javanologi UNS

Kajian Tradisi Jawa

Kepala PUI Javanologi UNS Hadiri Seminar Nasional UNESA: “Tri Citta Dharma Laksita”, Kebudayaan Sebagai Kompas Moral Perguruan Tinggi

SURABAYA — Kepala Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., hadir sebagai narasumber utama dalam Seminar Nasional Budaya Keunesaan dan Bedah Buku berjudul "UNESA Bergerak untuk Generasi Emas 2045:...

Kunjungi Museum UNS, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Penguatan Arsip Akademik dan Revitalisasi Museum Perguruan Tinggi

Museum Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan kerja bernilai strategis dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Fadli Zon, yang didampingi oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Dr. Restu Gunawan, M.Hum., pada Kamis...

PUI Javanologi UNS dan Museum Nasional Indonesia Gelar “Conservation Insight”, Edukasi Penyelamatan Koleksi Kertas Warisan Budaya

Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Museum Nasional Indonesia resmi menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk "Conservation Insight". Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid...

Diplomasi Budaya Lintas Negara: PUI Javanologi UNS Bahas Rencana Kolaborasi Strategis bersama Kedutaan Korea Selatan

Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan dari tokoh budaya dan akademisi asal Korea Selatan, Ibu Kim Hyun Joo, di Gedung PUI Javanologi UNS, Surakarta. Pertemuan internasional yang terealisasi berkat fasilitasi dari...

PUI Javanologi UNS Matangkan Koreografi Tari Ikon Daerah Wonokitri Bersama Maestro Didik Nini Thowok

Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menggelar agenda latihan dan pemantapan koreografi Tari Ikon Daerah Wonokitri pada 19–20 Agustus 2026 bertempat di Gedung PUI Javanologi UNS, Surakarta. Sebanyak 20 penari profesional...

Dorong Minat Mahasiswa di Bidang Permuseuman, PUI Javanologi UNS dan Museum Nasional Galakkan Rencana Event “Conservation Insight”

Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar rapat koordinasi secara virtual melalui Zoom Meeting bersama jajaran manajemen dan tim teknis Museum Nasional Indonesia. Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala PUI...

PUI Javanologi UNS Diskusikan Perkuatan Riset Diaspora dan Genealogi Jawa bersama Tokoh Singapura Yatiman bin Yusof

Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan kehormatan dari tokoh senior Singapura, Bapak Yatiman bin Yusof, pada Kamis (13/8/2026) di Gedung PUI Javanologi UNS, Surakarta. Kunjungan diplomasi kebudayaan ini...

PUI Javanologi UNS Dalami Kajian Onomastik Serat Centhini Bersama Peneliti BRIN

Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Senin (10/08/2026) bertempat di Gedung PUI Javanologi UNS. Kunjungan akademik ini dilaksanakan secara khusus dalam rangka...

PUI Javanologi UNS Matangkan Kreasi Tari Ikon Desa Wonokitri untuk Mendukung Pariwisata Berbasis Budaya

Sebagai upaya memperkuat identitas budaya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal, tim kreatif dari PUI Javanologi UNS melaksanakan proses latihan kreasi tari ikon daerah untuk Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 3–4...

PUI Javanologi UNS Gelar Pelatihan Membatik Blangkon dan Pembelajaran Bahasa serta Aksara Jawa bagi 50 Pelajar Malaysia di Sekolah Indonesia Johor Bahru

Johor Bahru, 30 Juli 2025 — Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali memperkuat upaya pelestarian dan pengenalan budaya Jawa di tingkat internasional melalui kegiatan pelatihan membatik blangkon serta pembelajaran bahasa...

Tentang
PUI Javanologi UNS

Pada tahun 2011 Universitas Sebelas Maret (UNS) mendirikan Pusat Studi Institut Javanologi di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS sebagai salah satu implementasi dari Visi dan Misi Universitas yang berbasis “nilai-nilai luhur budaya Nasional”. Spesifikasi bidang kajiannya adalah deskripsi, eksplorasi, eksplanasi, dan hilirisasi produk unggulan kebudayaan Jawa.

Selamat Datang di
PUI Javanologi UNS

Orientasi visioner UNS ke jenjang World Class University (WCU) serta percepatan menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) membawa konsekuensi inovasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu inovasi berkelanjutan pada sistem pendidikan dan pengajaran, riset, dan revitalisasi pengabdian kepada masyarakat.

 

Ketua PUI Javanologi UNS                                                          Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D.

Javanologi Today

[Javanologi Explore] Busana Jawa: Beskap

Jawa Tengah memiliki keberagaman budaya Jawa yang sangat kental. Pasalnya, dahulu wilayah ini tergabung dalam Kerajaan Mataram Islam sebagai pusat peradaban Jawa. Maka dari itu, tidak heran jika Jawa Tengah menginspirasi banyak daerah lain dalam hal budaya, salah satunya pakaian adat. Pakaian adatnya pun juga sangat beragam. Tetapi kali ini kita bahas Beskap yuk, Sahabat Javanologi!
Beskap diadaptasi dari pakaian jas Belanda dan berasal dari kata beschaafd yang berarti civilized atau berkebudayaan. Beskap dikenal dalam empat macam jenis, antara lain Beskap Gaya Jogja, Beskap Landung, Beskap Gaya Kulon, dan Beskap Gaya Solo. Warna kain beskap yang sering digunakan adalah hitam dengan desain sederhana dan kerah lurus tanpa lipatan, serta modelnya tidak simetris. Beskap kerap digunakan sebagai pakaian khas saat acara pernikahan adat Jawa dan umumnya dilengkapi dengan stagen, blangkon, jarik dan keris. Lalu bagaimana dengan sejarahnya?
Sejarah Beskap
KGPAA Mangkunegara IV bermaksud hendak menghadap raja di Pesanggrahan Langenharjo yang terletak di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Dikarenakan tidak menghadap raja di Keraton, maka yang seharusnya menggunakan “sikepan” atau pakaian sejenis jas tertutup sampai bagian leher dan bagian belakangnya dibuat lengkungan, dengan pertimbangan lainnya, mestinya tidak harus memakai “sikepan”. Maka KGPAA Mangkunegara mempunyai ide untuk merubah baju jas barat atau rokkie menjadi baju corak Jawa.
Pada suatu hari, PB IX beserta Permaisuri dan para sentana mengadakan acara khusus di Pesanggrahan Langenharjo. Maka dari peristiwa menghadap dengan pakaian itu berlangsung di Pesanggrahan Langeharjo, maka jenis beskap tersebut diberi sebutan beskap Langenharjan.

Beskap memiliki arti yang sarat dengan kehidupan piwulang sinandhi, ajaran tersirat dalam filosofi Jawa. Kancingnya melambangkan tindakan-tindakan yang diambil harus diperhitungkan dengan cermat dan jangan sampai merugikan orang lain. Sabuk kain melambangkan ketekunan untuk berkarya. Sabuk yang disebut ubed juga melambangkan bahwa manusia harus selalu ubed, tekun dan gigih. Jarik memiliki arti agar manusia tidak boleh iri atau serik.

Penulis: Renata Listya K. W

Sumber:
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200505100045-277-500108/beskap-baju-adat-jawa-yang-sering-dipakai-didi-kempot.
https://style.tribunnews.com/2019/08/01/ini-sejarah-dan-asal-usul-baju-beskap-yang-sering-dipakai-oleh-didi-kempot-saat-manggung.
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6248032/jenis-baju-adat-jawa-tengah-ada-kebaya-dan-beskap.

baca lainnya

Follow Our Social Media