Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menggelar agenda latihan dan pemantapan koreografi Tari Ikon Daerah Wonokitri pada 19–20 Agustus 2026 bertempat di Gedung PUI Javanologi UNS, Surakarta. Sebanyak 20 penari profesional berkumpul untuk mematangkan struktur gerak yang kini telah memasuki tahap final. Proses penyempurnaan ini berada di bawah bimbingan langsung maestro tari ternama Indonesia, Didik Nini Thowok, bersama tim seniman tari PUI Javanologi, Agung Kusuma Widagdo dan Dorothea Quin, guna memastikan karya tari ini memiliki kekayaan estetika dan kedalaman nilai tradisi yang kuat.

Selain mematangkan performa panggung, para penari profesional ini disiapkan sebagai fasilitator budaya yang nantinya bertugas menyebarluaskan dan mengajarkan koreografi tari tersebut kepada para penari di Desa Wonokitri, Bromo. Rangkaian intensif selama dua hari ini diakhiri dengan sesi diskusi mendalam bersama Kepala PUI Javanologi UNS sekaligus Ketua Pelaksana Program Tari Ikon Daerah, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D. Diskusi tersebut merumuskan langkah strategis pendampingan masyarakat lokal agar tarian ini dapat menjadi identitas seni kebanggaan warga Wonokitri yang berkelanjutan.

Inisiatif penciptaan Tari Ikon Daerah Wonokitri ini menegaskan peran UNS dalam memajukan kebudayaan nasional melalui pendekatan akademis dan kolaborasi artistik. Program ini secara nyata mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) dalam pelestarian warisan budaya, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer ilmu seni kepada masyarakat, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang memadukan sinergi antara universitas, maestro seni, dan komunitas daerah.