Museum Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan kerja bernilai strategis dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Fadli Zon, yang didampingi oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Dr. Restu Gunawan, M.Hum., pada Kamis (24/9/2026). Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., bersama Wakil Rektor IV UNS Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi tata pamer, penataan arsip bersejarah, serta potensi pengembangan Museum UNS sebagai pusat edukasi dan penelitian berbasis memori kolektif akademik.

Dalam peninjauannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi keberadaan Museum UNS yang dinilainya konsisten merawat rekam jejak perjalanan pendidikan tinggi di Indonesia. Beliau menyampaikan, “Di Museum Universitas Sebelas Maret (UNS), dokumen, arsip, dan memorabilia akademik merekam perjalanan kampus sejak awal berdiri hingga perkembangannya saat ini. Koleksi tersebut tidak berhenti sebagai catatan masa lalu. Di lingkungan universitas, koleksi itu dapat menjadi sumber pengetahuan untuk pembelajaran dan penelitian, sekaligus membantu mahasiswa memahami perjalanan institusi tempat mereka menuntut ilmu. Menarik ketika sejarah kampus tidak hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi hadir dalam ruang yang dapat dikunjungi, diteliti, dan terus memberi pengetahuan.” Usai peninjauan koleksi, agenda dilanjutkan dengan sesi makan siang bersama serta diskusi interaktif mengenai rencana strategis revitalisasi Museum UNS agar lebih modern, interaktif, dan terintegrasi dengan ekosistem kebudayaan nasional.

Komitmen PUI Javanologi UNS dan pimpinan universitas dalam mendukung revitalisasi museum ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Universitas Sebelas Maret. Inisiatif pengembangan museum kampus ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan ruang belajar transformatif berbasis rekam jejak pengetahuan, SDG 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan) melalui perlindungan dan pemajuan warisan sejarah-budaya bangsa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi erat antara Kementerian Kebudayaan RI dan UNS dalam memperkuat ekosistem permuseuman perguruan tinggi.