Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan dari tokoh budaya dan akademisi asal Korea Selatan, Ibu Kim Hyun Joo, di Gedung PUI Javanologi UNS, Surakarta. Pertemuan internasional yang terealisasi berkat fasilitasi dari Prof. Josaphat ini disambut secara resmi oleh Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., beserta Tim Pelaksana Akselerasi Pengembangan Javanologi UNS, Dr. Rahmat, S.S., M.A., dan Muhammad Taufiq Al Makmun, S.S., M.A., Ph.D. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting dalam membangun jembatan diplomasi budaya serta memperluas jejaring kolaborasi internasional antara Indonesia dan Korea Selatan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, kedua pihak terlibat dalam diskusi intensif mengenai strategi promosi dan pelestarian kebudayaan Jawa di tingkat global. Tim PUI Javanologi UNS memaparkan berbagai program unggulan, mulai dari riset kajian budaya, digitalisasi naskah kuno, hingga media edukasi seni tradisi berbasis teknologi. Ibu Kim Hyun Joo mengapresiasi komitmen PUI Javanologi UNS dan berkesempatan meninjau langsung galeri artefak serta perpustakaan literatur kebudayaan Jawa. Diskusi ini juga mengeksplorasi titik temu antara nilai-nilai kearifan lokal Jawa dengan dinamika kebudayaan di Korea Selatan guna merumuskan program pertukaran budaya yang adaptif dan bernilai tambah bagi kedua bangsa.

Sebagai langkah konkret, PUI Javanologi UNS dan Ibu Kim Hyun Joo sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini melalui rencana kerja sama strategis, meliputi penyelenggaraan pameran budaya bersama, riset kolaboratif, serta program pertukaran pengetahuan antarnegara. Inisiatif diplomasi budaya ini sekaligus memperkuat peran UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan edukasi kebudayaan berwawasan global, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pemeliharaan serta perlindungan warisan budaya dunia, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembentukan jejaring kolaborasi lintas negara. Langkah ini menegaskan posisi UNS sebagai universitas berkelas dunia yang konsisten melestarikan dan mendiseminasikan kearifan lokal ke panggung internasional.