Surakarta, 9 Oktober 2026 – Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali mengukuhkan kontribusi akademisnya di kancah internasional melalui partisipasi dalam International Public Lecture bertajuk “Eurasia Japanese Language Seminar”. Bertempat di Auditorium Gedung T2 Lantai 3 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., hadir sebagai pembicara utama dalam forum berkelas dunia yang diselenggarakan atas kerja sama Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang UNESA dan Eurasia Foundation. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan akademisi, peneliti, serta mahasiswa yang antusias menelaah integrasi kearifan lokal dalam konteks komunikasi global.

Dalam pemaparannya yang berjudul “Personal Name Forms as a Cross-Cultural Communication Strategy: A Case Study of Javanese and Japanese Names”, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D. membedah kajian onomastika persandingan nama diri Jawa dan Jepang sebagai instrumen komunikatif strategis. Beliau menjelaskan bahwa nama diri bukan sekadar penanda identitas formal, melainkan tindakan sosial yang mengelola jarak sosial dan posisi budaya. Perbandingan struktur menunjukkan fleksibilitas nama Jawa yang kaya akan doa dan harapan dapat bertemu secara harmonis dengan nama Jepang yang terikat pada sistem hukum keluarga (ie) serta norma honorifik kanji, sehingga menjadi strategi diplomasi antarbudaya yang efektif.

Partisipasi aktif PUI Javanologi UNS dalam forum internasional ini sejalan dengan komitmen Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan pembelajaran berwawasan global berbasis kearifan lokal. Selain itu, kajian ini mendukung SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) dalam menjaga serta mendokumentasikan warisan budaya takbenda, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antara UNS, UNESA, dan Eurasia Foundation untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan berdaya saing global.