oleh javanologi | Mar 14, 2023 | #BusanaJawa, #JavanologiExplore
Busana atau pakaian biasanya digunakan sebagai kebutuhan pokok sehari-hari, namun apakah Sahabat Javanologi tau kalau busana pada kebudayaan Jawa juga memiliki fungsi dan simbol budaya yang tersirat di dalamnya? Salah satunya adalah Busana ‘Kuluk’ yakni topi atau...
oleh javanologi | Mar 14, 2023 | #JavanologiExplore, #Kuliner
Siapa yang sudah tidak asing dengan makanan satu ini? Rasanya manis, teksturnya kenyal, dan praktis pula dimakan, tentu saja menjadi favorit semua orang. Eits, tapi ini bukan dodol, melainkan Jenang, jajanan khas kota Kudus. Apa sih bedanya dodol dan jenang? Walaupun...
oleh javanologi | Mar 14, 2023 | #JavanologiExplore, #TembangJawa
Kidang Talun Kidang talun, Mangan kacang talun Mil kethemil, mil kethemil Si kidang mangan lembayung Sebagai orang yang akrab dengan daerah Jawa, tentunya Sahabat Javanologi kenal dengan salah satu tembang dolanan ini. Hampir semua anak-anak di Jawa merasa familiar...
oleh javanologi | Feb 21, 2023 | #Berita
Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Javanologi UNS menggelar kegiatan Kelas Budaya bertemakan Batik pada hari Rabu, 15 Februari 2023. Hal ini merupakan rangkaian program Discover Indonesia Better 2023 yang diikuti oleh 24 Mahasiswa dari Kokushikan University, Jepang. Acara ini...
oleh javanologi | Des 1, 2022 | #JavanologiExplore, #TembangJawa
Tembang Dolanan Jawa Saiki Aku Wes Gede Hallo Sahabat Javanologi, Tembang Dolanan Jawa memberikan makna serta mempunyai budi pekerti dalam segala hal termasuk beberapa tembang dolanan jawa yang memang di ciptakan kepada masyarakat atau anak anak jaman dulu untuk...
oleh javanologi | Nov 30, 2022 | #JavanologiExplore, #PeribahasaJawa
Bahasa Jawa merupakan salah satu Bahasa daerah yang kaya akan peribahasa dan kosa kata, salah satu peribahasa yang cukup sering di dengar yaitu “Kegedhen empyak kurang cagak”. Peribahasa tersebut biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mempunyai...
oleh javanologi | Nov 28, 2022 | Tak Berkategori
Dewa Ruci, in wayang stories, is the name of a dwarf god who is met by Bima or Werkudara on a journey to find the water of life. The name Dewa Ruci is also a play or the title of a wayang performance about this deity, which contains moral teachings and Javanese...
oleh javanologi | Nov 28, 2022 | #JavanologiExplore, #TradisiJawa
Dewa Ruci, dalam cerita pewayangan, adalah nama seorang dewa kerdil yang dijumpai oleh Bima atau Werkudara dalam sebuah perjalanan mencari air kehidupan. Nama Dewa Ruci juga merupakan lakon atau judul pertunjukan wayang tentang dewa tersebut, yang berisi...
oleh javanologi | Nov 28, 2022 | #JavanologiExplore, #TradisiJawa
Srandul adalah salah satu bentuk kesenian yang berasal dari DI Yogyakarta. Kesenian Srandul termasuk jenis drama tari dan merupakan seni tradisional kerakyatan yang didasarkan pada kearifan masyarakat setempat. Srandul merupakan kesenian turun temurun yang...
oleh javanologi | Nov 23, 2022 | #JavanologiExplore, #TradisiJawa
The term Tayub or tayuban is taken from several sources, including a young scholar from northern Cirebon who explained that tayuban comes from the word toyib-toyiba meaning one who does good. This word then changed his speech to Tayub/tayuban. Then wayang stories...