Kidang Talun

Kidang talun,

Mangan kacang talun

Mil kethemil, mil kethemil

Si kidang mangan lembayung

 

Sebagai orang yang akrab dengan daerah Jawa, tentunya Sahabat Javanologi kenal dengan salah satu tembang dolanan ini. Hampir semua anak-anak di Jawa merasa familiar dengan lagu atau tembang dolanan tersebut. Lagu yang menemani masa kecil kita sebagai orang Jawa ini sangat populer baik dari kalangan anak-anak hingga remaja. Kidang Talun adalah sebuah tembang dolanan yang berasal dari daerah Yogyakarta.

Diciptakan oleh R.C. Hardjasoebrata, seorang komposer karawitan, lagu kidang talun ini ternyata tidak hanya dilantunkan untuk menemani anak-anak bermain tetapi juga memiliki unsur pendidikan budaya khususnya kebudayaan Jawa di dalamnya.

Sesuai dengan judulnya, Kidang Talun, tembang ini membahas tentang pengenalan macam hewan kepada anak-anak. Pada bait pertama, tembang ini menceritakan tentang hewan kijang, pada bait kedua mengenalkan tentang hewan tikus, dan pada bait ketiga tembang ini bercerita mengenai hewan gajah.

Kalau Sahabat Javanologi perhatikan, pada lirik Mil kethemil, mil kethemil di bait pertama ini menggambarkan tentang etika makan yang baik yakni ‘mangan saka sethithik’ atau ‘sedikit demi sedikit’. Selain itu tembang dolanan ini juga memiliki penggambaran bahwa seorang anak akan mewarisi sifat dan karakter yang sama dengan induknya, hal ini dapat kita lihat pada lirik di bait kedua yaitu ‘tikus pithi duwe anak pithi’ yang apabila diterjemahkan menjadi ‘tikus pithi punya anak pithi’.

Author: David Aria Wijaya