oleh javanologi | Feb 26, 2020 | Uncategorized
Sahid Teguh Widodo Presentasi dalam The Joint International Symposium with Asia-Japan Research Center of Kokushikan University-Tokyo Japan Perdebatan antara para ahli onomatologi di awal abad ke-21 sudah tidak bisa lagi dipahami cukup jika hanya dianggap dari...
oleh javanologi | Jan 6, 2020 | Uncategorized
Sutardjo Buku ini berisi tentang teori dan praktek tembang Macapat yang berjumlah 11 macam, yaitu: Dhandanggula, Mijil, Maskumambang, Gambuh, Pangkur, Megatruh, Pucung, Durma, Asmarandana, Sinom, Kinanthi, baik yang berlaras Slendro maupun Pelog. Buku ini memuat...
oleh javanologi | Jan 6, 2020 | Uncategorized
Sutardjo Buku ini berisi tentang teori dan praktek tembang Macapat yang berjumlah 11 macam, yaitu: Dhandanggula, Mijil, Maskumambang, Gambuh, Pangkur, Megatruh, Pucung, Durma, Asmarandana, Sinom, Kinanthi, baik yang berlaras Slendro maupun Pelog. Buku ini memuat...
oleh javanologi | Des 31, 2019 | Uncategorized
Supardjo K.G.P.A.A. Mangkunegara IVsumber foto: google Serat Tripama adalah salah satu karya KGPAA Mangkunagara IV yang cukup singkat. Hanya berisi 7 bait tembang Dhandhanggula. Serat ini sering ditembangkan oleh anak-anak sekolah dan dikutip sebagai lirik dalam...
oleh javanologi | Des 31, 2019 | Uncategorized
Supardjo K.G.P.A.A. Mangkunegara IVsumber foto: google Serat Tripama adalah salah satu karya KGPAA Mangkunagara IV yang cukup singkat. Hanya berisi 7 bait tembang Dhandhanggula. Serat ini sering ditembangkan oleh anak-anak sekolah dan dikutip sebagai lirik dalam...
oleh javanologi | Des 26, 2019 | Uncategorized
Sahid Teguh Widodo & Agus Purwantoro Dipublikasikan dalam International Journal of Conservation Sciences Volume 10, Issue 3, July-September: 449-458 Environmental conservation in the Javanese-Indonesian community in the 19th century can be understood clearly from...