Masyarakat Jawa terkenal memiliki cara mereka sendiri dalam memperhitungkan peruntungan seseorang, termasuk jodoh, keberuntungan, watak, dan lain sebagainya. Cara tersebut ada dalam kitab primbon yang isinya memuat perhitungan kalender Jawa atau biasa disebut weton. Kata weton berasal dari bahasa Jawa ‘wetu’ yang berarti lahir atau keluar. Berdasarkan kitab primbon masyarakat Jawa, weton adalah gabungan dari hari lahir (senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, dan minggu) dan pasaran saat orang tersebut lahir. Dalam penanggalannya, kalender Jawa menyebutkan lima hari pasaran, yaitu pahing, kliwon, legi, wage, dan pon.

Weton ini kemudian dijadikan acuan untuk menggambarkan watak dan gambaran kehidupan seseorang secara umum. Menurut kepercayaan orang Jawa, setiap orang lahir di dunia beserta dengan potensi energi masing-masing. Energi ini kemudian terlihat dari penggambaran watak seseorang yang kemudian oleh masyarakat Jawa dihitung dengan menjumlahkan weton mereka. Sistem perhitungan weton bukan hanya diperuntukan untuk memprediksi karakter seseorang namun juga dapat digunakan untuk menentukan sebuah keputusan, nasib, jodoh, masa tanam, hingga masa panen.

Lantas bagaimana cara masyarakat Jawa menghitung weton seseorang? 

Masyarakat Jawa menentukan weton seseorang dengan cara menambahkan neptu hari kelahiran dan neptu pasaran mereka. Neptu sendiri merupakan nilai dari hari dan pasaran seseorang. 

Untuk mengetahui kecocokan, weton pasangan harus dijumlahkan. Misalnya, jika seorang laki-laki lahir pada Minggu Legi, maka 5+5=10. Jika si perempuan lahir pada Kamis Wage, maka 8+4=12. Jika dijumlahkan, berarti 10+12=22. Setelah itu, cocokkan dengan hasil hitungan berikut:

1. PEGAT (hasil penjumlahan 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36)

Masalah sering ditemui oleh pasangan Pegat di kemudian hari. Mulai dari masalah ekonomi, kekuasaan, dan perselingkuhan yang bisa menyebabkan perceraian (pegatan).

2. RATU (jika hasil penjumlahannya = 2, 11, 20, 29)

Pasangan memang sudah jodoh. Mereka dihargai dan disegani oleh tetangga dan lingkungan sekitar. Karena keharmonisannya, banyak orang yang iri.

3. JODOH (jika hasil penjumlahannya = 3, 12, 21, 30)

Pasangan memang sudah sangat cocok dan berjodoh. Pasangan ini bisa saling menerima segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Rumah tangga pasangan jodoh bisa rukun sampai tua.

4. TOPO (jika hasil penjumlahannya = 4, 13, 22, 31)

Dalam membina rumah tangga, pasangan Topo akan sering mengalami kesusahan di awal musim karena masih saling memahami. Tapi keduanya akan bahagia pada akhirnya. Masalah yang dihadapi bisa saja soal ekonomi dan lainnya. Saat sudah memiliki anak dan cukup lama berumah tangga, mereka akhirnya akan hidup sukses dan bahagia.

5. TINARI (jika hasil penjumlahannya = 5, 14, 23, 32)

Pasangan Tinari akan menemukan kebahagiaan. Mereka diberikan kemudahan dalam mencari rezeki. Selain itu, hidupnya juga sering mendapat keberuntungan.

6. PADU (jika hasil penjumlahannya = 6, 15, 24, 33)

Dalam berumah tangga, pasangan Padu akan sering mengalami pertengkaran. Tapi meskipun sering bertengkar, keduanya tidak sampai bercerai. Masalah pertengkaran tersebut bisa dipicu hal-hal sepele.

7. SUJANAN (jika hasil penjumlahannya = 7, 16, 25, 34)

Dalam berumah tangga, pasangan Sujanan akan sering mengalami pertengkaran dan masalah perselingkuhan. Baik dari pihak laki-laki maupun perempuan yang memulai.