PUI Javanologi Universitas Sebelas Maret Surakarta menyelenggarakan kegiatan Intensive Course on Javanese Cultural Heritage (Teko Jahe) 2021. Program TEKO JAHE diselenggarakan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan berharga kepada mahasiswa dalam dan luar negeri tentang kebudayaan Jawa. Acara ini digelar mulai pada hari Selasa-Rabu, 12 – 13 Oktober 2021 melalui virtual atau daring zoom dengan diikuti oleh 12 negara diantaranya: Fiji, Bangladesh, Malaysia, China, Indonesia, Suriname, Belanda, Thailand, Brunei Darussalam, India, Swedia dan Singapura. Bertindak sebagai host, moderator sekaligus interpreter dalam acara ini yaitu: Ayu Puspitarini Melania, Muthia Melania Putri dan Rayza Trisna Wibawanti.



Hari Pertama, kegiatan Teko Jahe 2021 dibuka langsung oleh Prof. Dr.rer.nat. Sajidan, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi, Universitas Sebelas Maret). Dalam sambutannya, beliau mendukung baik dengan adanya program-program intensive course seperti Teko Jahe ini. Kemudian acara dilanjutkan dengan perkenalan para peserta dari 13 negara dan mereka diajak untuk mengenali Kota Solo dalam tema: A Day in Solo dengan harapan, melalui program ini ketika para peserta berkunjung atau melanjutkan studi di Kota Solo mereka dapat mengunjungi tempat – tempat serta mengenali budaya masyarakat yang ada di Kota bengawan ini. Mereka juga diajak untuk mengenali dan belajar gamelan Jawa serta wayang yang dipaparkan oleh Bapak Drs. Imam Sutarjo, M. Hum. dan Dalang Muda, Amar Pradopo Zedha Beviantyo (Putra dari Bapak Warseno Slenk, Dalang Kondang Kota Solo). Lakon Pendadaran Siswa Sokalima turut dibahas pada pemaparan kedua pakar di bidang Wayang ini.


Hari Kedua, para peserta TEKO JAHE 2021 diperkenalkan dengan kuliner tradisional dan minuman herbal Jawa seperti: jajan pasar, serabi, selat solo, timlo solo, dawet, nasi liwet, gempol prelet, jamu dan sebagainya. Hal ini diangkat dengan tujuan untuk menambah wawasan keplek ilat sebagai rekomendasi sebelum mereka mengunjungi kota Bengawan. Mengingat kota Solo merupakan kota dengan julukan Surganya Kuliner. Kemudian, mereka diperkenalkan dengan teknik membatik dan ndudah motif sidomukti yang dipaparkan oleh Ibu Dra. Tiwi Bina Affanti, M.Sn. dan Ibu Apika Nurani Sulistyati, M.Sn.. Selanjutnya, peserta diajak untuk praktek belajar Tari Tradisi Gaya Surakarta yang dipaparkan oleh Ibu Pujiyani, M.Sn. dan Risang Nariswari Murti. Dalam paparan tari tersebut, mereka diajari langsung untuk melakukan gerakan sabetan, lumaksana dan sebagainya. Peserta mengikutinya dengan luwes dan sangatlah tertarik dengan adanya course ini. Apabila dikemudian hari mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih mumpuni, mereka ingin mengikuti Sekolah Tari Online yang akan diselenggarakan oleh PUI Javanologi UNS. Acara ditutup dengan closing remarks oleh Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D (Ketua PUI Javanologi, Universitas Sebelas Maret). Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada para peserta yang telah mengikuti course selama 2 hari.



