Lebih lanjut, Rektor UNS mengajak para akademisi, seniman, komunitas, dan pembuat kebijakan untuk menjadikan lumbung sebagai horizon baru: sistem pangan yang berakar pada tradisi namun terbuka pada inovasi, sekaligus memperkuat martabat bangsa dan solidaritas global.
Kegiatan ini menghadirkan pembicara di antaranya Hariette Mingoen (Javanen in Diaspora Nederland), Jéssica Gámez (Mask & Performing Arts Specialist, Mexico), Prof. Madya Dr. Nuraini Yusoff (Universiti Utara Malaysia), Dr. Rudy Wiratama, S.I.P., M.A. (UGM), P.R.A. Luqman Zulkaedin, S.H., M.Kn. (Kasultanan Kasepuhan Cirebon), dan KGPH Puger, BA (Keraton Kasunanan Surakarta). Turut hadir dalam kegiatan ini, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. (Ketua Badan Pengembangan Kebudayaan UNS); dan Prof. Dr. Warto, M.Hum (Sekretaris Badan Pengembangan Kebudayaan UNS).
Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D. selaku Penanggungjawab kegiatan menyampaikan bahwa budaya memiliki kekuatan besar untuk menjawab tantangan zaman, termasuk krisis pangan yang kini dihadapi oleh seluruh dunia. Tema ini dipandang sebagai ajakan untuk menengok kembali warisan budaya Nusantara, di mana lumbung bukan sekadar tempat menyimpan hasil panen, tetapi juga sarat dengan nilai solidaritas, keberlanjutan, dan keadilan sosial.