Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan strategis dari Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, pada Jumat (17/7/2026). Kunjungan yang berlokasi di kawasan PUI Javanologi dan Museum UNS ini menjadi momentum penting dalam memperkuat arah pengembangan serta pelestarian budaya Nusantara, khususnya tradisi Jawa. Kehadiran Restu Gunawan—yang juga merupakan alumnus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS—disambut langsung oleh Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D. untuk mendiskusikan sinergi antara kebijakan pemerintah dan riset akademis.

Dalam suasana hangat dan nostalgik, agenda diawali dengan diskusi terarah mengenai pemetaan tantangan serta peluang pemajuan kebudayaan di era modern. Diskusi berfokus pada penguatan riset kebudayaan, pemanfaatan teknologi untuk preservasi tradisi, hingga rencana digitalisasi manuskrip Jawa kuno koleksi Javanologi. Usai sesi diskusi, Restu Gunawan melanjutkan agenda dengan mengelilingi Museum UNS untuk melihat secara langsung rekam jejak sejarah kampus, koleksi artefak budaya, serta fasilitas galeri interaktif yang menyajikan edukasi tradisi lokal bagi masyarakat umum.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan awal, di antaranya rencana penyelenggaraan simposium budaya internasional kolaboratif, penguatan jaringan perajin tradisi lokal, hingga pembukaan akses magang riset bagi mahasiswa FIB UNS di lingkungan Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi. Restu Gunawan mengapresiasi tinggi konsistensi PUI Javanologi UNS dalam merawat warisan leluhur, seraya menegaskan pentingnya peran alumni untuk terus mendukung almamater dalam memajukan kebudayaan nasional.

Langkah strategis ini secara langsung mendukung perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs) di lingkungan UNS, utamanya SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) target 11.4 dalam memperkuat perlindungan warisan budaya dunia. Selain itu, kolaborasi ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui integrasi riset kebudayaan ke dalam pembelajaran, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat penguatan sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat dan perguruan tinggi.