SURAKARTA — Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyemarakkan rangkaian program Kelas Budaya dan Bahasa Jawa dengan menyelenggarakan Kelas Tari Tradisional Jawa pada 1 Juli 2026. Bertempat di aula PUI Javanologi UNS, kelas tari kali ini menghadirkan Dorothea Quin, S.Sn., seorang penari profesional sekaligus kolega dekat PUI Javanologi UNS, sebagai instruktur utama. Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh 25 mahasiswa internasional dari program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UNS yang berasal dari tujuh negara, yaitu Timor Leste, Myanmar, Filipina, Jepang, Sierra Leone, Rwanda, dan Turkmenistan.

Jenis tari yang diajarkan dalam sesi kali ini adalah Tari Gambyong, salah satu tarian klasik Jawa Tengah yang sangat populer. Meskipun secara pakem Tari Gambyong merupakan tarian yang ditarikan oleh penari putri, tarian ini dipilih karena strukturnya yang dinilai cukup mudah dipelajari oleh pemula, menjadikannya media pengenalan yang sangat ideal untuk memberikan pengalaman langsung tentang keindahan seni gerak tradisional Jawa. Tanpa memandang batasan gender, baik mahasiswa maupun mahasiswi asing tampak sangat bersemangat mengikuti setiap arahan instruktur, mencoba menyelaraskan gerak tangan, torso, kepala, dan hentakan kaki dengan iringan irama gamelan yang dinamis namun anggun.

Keberhasilan metode pengajaran yang praktis dan interaktif ini terbukti sangat efektif, di mana dalam waktu singkat—hanya dua jam saja—para peserta sudah mampu mempraktikkan gerakan Tari Gambyong secara lumayan lancar serta menghafal sebagian besar koreografinya. Suasana kelas semakin meriah saat Dorothea Quin meminta para mahasiswa untuk tampil menari secara mandiri tanpa panduan dari instruktur di depan kelas. Mereka kemudian dikelompokkan bersama rekan senegaranya masing-masing untuk menunjukkan kekompakan kelompok, yang memicu gelak tawa sekaligus kebanggaan luar biasa saat para mahasiswa asing ini sukses menyajikan keluwesan gerak tari Jawa di hadapan rekan-rekan lintas negara.

Melalui penyelenggaraan Kelas Tari Tradisional Jawa ini, PUI Javanologi UNS terus membuktikan dukungannya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) demi mendukung eksistensi UNS di kancah global. Program ini berkontribusi nyata pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyajikan ruang edukasi seni yang inklusif dan ramah terhadap keberagaman mahasiswa asing, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) melalui upaya aktif melestarikan serta mempromosikan seni pertunjukan lokal sebagai bagian dari warisan budaya non-benda (intangible cultural heritage). Diplomasi budaya lewat keindahan seni gerak ini sekaligus menegaskan komitmen UNS sebagai World Class University yang terus melangkah mendunia dengan tetap mengakar kuat pada tradisi Nusantara.