Surakarta, 22 Juni 2026 – Kelompok Kegiatan Teater dan Tradisi (KKTT) Wiswakarman akan menggelar Pentas Istimewa 2026 bertajuk “Sungsang Bawana”, sebuah pertunjukan teater yang diadaptasi dari naskah Suk Suk Peng. Pementasan akan berlangsung pada 20 Juni 2026 pukul 19.00 WIB di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Surakarta.

Pertunjukan ini menjadi salah satu wujud kreativitas generasi muda dalam mengembangkan dan mengaktualisasikan karya sastra serta seni pertunjukan berbasis nilai-nilai budaya. Melalui adaptasi naskah yang sarat makna, Sungsang Bawana diharapkan mampu menghadirkan refleksi kritis mengenai kehidupan sosial, moral, dan kemanusiaan yang tetap relevan dengan kondisi masyarakat masa kini.

Pementasan ini diproduksi oleh Azzahra Rasdyan E.P., dengan Miracle Relfi Yoga S. sebagai sutradara dan Athifah Nur Fajrina sebagai asisten sutradara. Naskah ditulis oleh Bambang Widoyo, S.P., sementara penataan iringan dipercayakan kepada Arif Dwi Purnomo. Berbagai elemen artistik turut mendukung kualitas pertunjukan, mulai dari tata cahaya, tata rias dan busana, hingga pengelolaan artistik yang melibatkan para anggota KKTT Wiswakarman.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dan pembinaan dari Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., Kepala PUI Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS). Menurut Prof. Sahid, seni pertunjukan memiliki peran penting sebagai media pelestarian sekaligus transformasi nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

“Teater tidak hanya menjadi ruang ekspresi artistik, tetapi juga sarana pembelajaran budaya, penguatan karakter, dan pengembangan kreativitas mahasiswa. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai budaya dapat dikomunikasikan kepada masyarakat dengan cara yang lebih menarik dan kontekstual,” ujarnya.

Sebagai pusat unggulan yang berfokus pada kajian dan pelestarian tradisi Jawa, PUI Javanologi UNS terus mendorong berbagai aktivitas kebudayaan yang melibatkan mahasiswa dan komunitas seni. Pembinaan terhadap kelompok-kelompok kreatif seperti KKTT Wiswakarman menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kebudayaan di lingkungan perguruan tinggi sekaligus memperluas jangkauan edukasi budaya kepada masyarakat.

Melalui pementasan Sungsang Bawana, KKTT Wiswakarman berharap dapat menghadirkan pengalaman estetik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk merenungkan berbagai persoalan kehidupan melalui bahasa teater yang komunikatif dan inspiratif.