Diskusi difokuskan pada penyusunan konsep dasar karya, penegasan nama tari, perancangan kostum, pengembangan iringan musik, hingga penyusunan koreografi yang sesuai dengan karakter dan pesan budaya yang ingin disampaikan. Kehadiran Didik Nini Thowok memberikan perspektif artistik yang kaya berdasarkan pengalaman panjangnya dalam dunia tari tradisional dan kontemporer Indonesia.
Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., menyampaikan bahwa pengembangan Tari Wonokitri merupakan bagian dari komitmen PUI Javanologi dalam mendokumentasikan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan warisan budaya melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Proses penciptaan karya budaya membutuhkan dialog yang intensif antara gagasan akademik dan praktik artistik. Oleh karena itu, masukan dari tokoh seni seperti Didik Nini Thowok menjadi sangat berharga dalam memperkuat kualitas konseptual maupun estetika Tari Wonokitri,” ujarnya.