Yogyakarta, 19 Juni 2026 – Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan kunjungan dan diskusi kreatif bersama maestro tari Indonesia, Didik Nini Thowok, di kediamannya di Yogyakarta. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan dan pematangan konsep Tari Wonokitri, sebuah karya tari yang tengah dipersiapkan sebagai representasi nilai budaya dan kearifan lokal.

Dalam kunjungan tersebut, PUI Javanologi UNS diwakili oleh tim kreasi Tari Wonokitri yang terdiri atas Dr. Basuki Sumartono, S.Sn., M.Sn. dan Agung Kusuma Widagdo, S.Sn. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan membahas berbagai aspek penting yang akan menjadi fondasi penciptaan Tari Wonokitri.

Diskusi difokuskan pada penyusunan konsep dasar karya, penegasan nama tari, perancangan kostum, pengembangan iringan musik, hingga penyusunan koreografi yang sesuai dengan karakter dan pesan budaya yang ingin disampaikan. Kehadiran Didik Nini Thowok memberikan perspektif artistik yang kaya berdasarkan pengalaman panjangnya dalam dunia tari tradisional dan kontemporer Indonesia.

Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., menyampaikan bahwa pengembangan Tari Wonokitri merupakan bagian dari komitmen PUI Javanologi dalam mendokumentasikan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan warisan budaya melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Proses penciptaan karya budaya membutuhkan dialog yang intensif antara gagasan akademik dan praktik artistik. Oleh karena itu, masukan dari tokoh seni seperti Didik Nini Thowok menjadi sangat berharga dalam memperkuat kualitas konseptual maupun estetika Tari Wonokitri,” ujarnya.

Melalui pertemuan ini, tim kreatif memperoleh berbagai masukan strategis yang akan menjadi bahan penyempurnaan dalam tahapan produksi berikutnya. Tidak hanya aspek teknis pertunjukan, diskusi juga menyoroti pentingnya menghadirkan identitas budaya yang kuat sehingga Tari Wonokitri dapat menjadi media edukasi sekaligus apresiasi budaya bagi masyarakat luas.

PUI Javanologi UNS berharap proses kolaboratif ini dapat menghasilkan karya tari yang tidak hanya memiliki kualitas artistik yang tinggi, tetapi juga mampu memperkuat pelestarian dan pengembangan budaya Jawa melalui medium seni pertunjukan yang inovatif dan berkelanjutan.