Surakarta, 25 November 2025 — PUI Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan peserta Short Course: Applied Microeconomics of Global Health yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS. Kegiatan ini menghadirkan 25 praktisi dan akademisi dari Erasmus University Rotterdam, Wageningen University & Research, serta sejumlah universitas terkemuka di Indonesia, yaitu IPB University, Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Sriwijaya (UNSRI), Universitas Lampung (UNILA), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).

Sebagai bagian dari rangkaian agenda akademik, peserta mengikuti sesi “Pengalaman Belajar dan Apresiasi terhadap Seni Gamelan” di PUI Javanologi UNS. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya Jawa, tetapi juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran lintas budaya, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pelestarian warisan budaya, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi internasional antara UNS dan berbagai institusi pendidikan global.

Sesi pembelajaran dipandu oleh Bapak Joko Ngadimin, S.Sn., seorang seniman karawitan dari Sukoharjo yang dikenal melalui Sanggar Sekar Jagad. Dalam kesempatan ini, peserta diperkenalkan pada dua gendhing yang sarat nilai budaya, yaitu Lancaran Manyar Sewu dan Lir Ilir. Peserta diajak memahami struktur musikal karawitan, mengenal fungsi instrumen gamelan, dan berlatih memainkan gendhing secara kolektif.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 25 November 2025 ini menghadirkan suasana pembelajaran yang interaktif, hangat, dan penuh antusiasme. Peserta mendapatkan pengalaman budaya yang autentik sekaligus memperluas perspektif mereka dalam melihat keragaman budaya global.

PUI Javanologi UNS terus berkomitmen menjadi pusat unggulan dalam pelestarian, pengkajian, dan pengenalan budaya Jawa kepada masyarakat nasional maupun internasional melalui program edukasi, penelitian, dan kolaborasi lintas negara.