Surakarta, 19 Agustus 2025 — Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali melanjutkan rangkaian program Discover Indonesia Better dengan menghadirkan kelas karawitan bagi delapan mahasiswa asal Kokushikan University, Jepang, pada Selasa (19/8) di Laboratorium Gamelan PUI Javanologi UNS.

Program Discover Indonesia Better yang berlangsung selama empat minggu di Kota Solo ini dirancang untuk memperkenalkan budaya dan bahasa Indonesia secara komprehensif kepada mahasiswa asing. Setelah sebelumnya mengikuti kelas membatik, kali ini para peserta berkesempatan mempelajari seni musik tradisional Jawa melalui gamelan.

Dalam kelas karawitan, mahasiswa langsung diajak berlatih memainkan gendhing sederhana yaitu lancaran Suwe Ora Jamu, sebuah komposisi populer yang mudah dipelajari oleh pemula. Dengan bimbingan telaten dari Bapak Takariadi Sapto Dibyo, S.Kar., para peserta diperkenalkan pada instrumen gamelan, teknik dasar menabuh, serta cara menjaga keselarasan irama.

Suasana pembelajaran berlangsung penuh semangat. Para mahasiswa terlihat serius menabuh gamelan, mulai dari kendang, saron, hingga gong, sembari mengikuti arahan guru. Sesekali terdengar tawa ketika tabuhan belum pas, namun perlahan-lahan alunan nada berpadu harmonis membentuk irama Suwe Ora Jamu.

“Kegiatan ini bukan hanya latihan musik, tetapi juga pengalaman merasakan filosofi kebersamaan yang terkandung dalam karawitan Jawa. Semua instrumen harus berjalan seimbang, sama halnya dengan kehidupan bermasyarakat,” ungkap Takariadi Sapto Dibyo.

Selain kelas karawitan, rangkaian pembelajaran budaya untuk mahasiswa Kokushikan University di PUI Javanologi UNS juga mencakup kelas membatik dan busana Jawa. Program ini diharapkan dapat mempererat hubungan kebudayaan antara Indonesia dan Jepang sekaligus memperluas jangkauan internasionalisasi budaya Jawa.