Surakarta, 15 Agustus 2025 — Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kelas membatik bagi delapan mahasiswa dari Kokushikan University, Jepang, pada Rabu (14/8) di Pendapa R.Ng. Yasadipura, PUI Javanologi UNS. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Discover Indonesia Better yang berlangsung selama empat minggu di Kota Solo.

Program Discover Indonesia Better bertujuan memperkenalkan secara mendalam budaya dan bahasa Indonesia kepada mahasiswa asing. Selama berada di Solo, para peserta akan mendapatkan pembelajaran seputar seni dan tradisi Jawa, meliputi batik, karawitan, dan busana Jawa, yang diselenggarakan langsung oleh PUI Javanologi UNS sebagai pusat rujukan budaya Jawa.

Pada sesi kelas membatik, para mahasiswa diperkenalkan pada filosofi batik serta peralatan membatik seperti kain mori, malam, dan canting. Kegiatan praktik dipandu oleh Ibu Dra. Tiwi Bina Affanti, S.Sn., M.Sn. dan Apika Nurani Sulistyati, S.Sn., M.Sn., yang merupakan anggota Peer Group PUI Javanologi UNS sekaligus dosen Kriya Seni Fakultas Seni Rupa dan Desain UNS.

Dengan penuh antusias, para peserta langsung mencoba proses mencanting di atas kain berpola. Suasana kelas terasa hangat dan interaktif, dengan mahasiswa berusaha mencanting perlahan agar malam tidak keluar garis pola. Setelah proses mencanting selesai, kain diberi pewarna tunggal sebelum dijemur, menghasilkan karya batik sederhana yang menjadi kenang-kenangan pribadi setiap peserta.

“Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan teknik membatik, tetapi juga menanamkan nilai filosofi dan kesabaran yang terkandung di dalamnya,” ujar Ibu Dra. Tiwi Bina Affanti di sela kegiatan.

Setelah kelas membatik, para mahasiswa Kokushikan University akan melanjutkan program pembelajaran mereka di PUI Javanologi UNS dengan mengikuti kelas karawitan dan busana Jawa. Program ini diharapkan dapat mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Jepang sekaligus menjadi media promosi budaya Jawa di kancah internasional.