Surakarta – Dalam semangat pelestarian budaya dan penguatan jati diri Bangsa, Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Sanggar Subur Budaya dan Global Javanese Diaspora menyelenggarakan kegiatan Workshop Seni Kotek Lesung, Rabu (11/06/2025). Acara yang dilaksanakan di Pendhapa R.Ng. Yasadipura ini dihadiri sebanyak 70 orang Diaspora Jawa dari berbagai negara seperti: Suriname, Belanda, Malaysia dan Singapura. Kegiatan dikemas dengan menampilkan sesi interaktif. Para peserta berkesempatan langsung mencoba memainkan lesung bersama Sanggar Subur Budaya.
Kotek Lesung adalah seni tabuhan yang dihasilkan dari alu dan lesung (alat penumbuk padi tradisional) yang menghasilkan ritme dinamis sekaligus menjadi simbol gotong royong masyarakat Jawa yang agraris. Dulu kegiatan ini dimainkan oleh wanita-wanita desa sebagai hiburan pengiring kerja saat menumbuk padi. Kini kotek lesung dimaknai ulang sebagai bentuk ekspresi seni, simbol kearifan lokal dan kekompakan.
Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian PUI Javanologi dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Jawa sekaligus untuk membangun simbol silaturahmi budaya kepada para keturunan Jawa dari berbagai negara. Program Pengabdian Internasional sangat strategis untuk memperkuat kolaborasi budaya. Seni kotek lesung memiliki daya tarik lintas generasi, lintas negara, dan inspirasi pengembangan kerja sama kebudayaan yang berkelanjutan dengan antara akademisi dan diaspora Jawa berbagai negara.
“Kotek lesung adalah contoh nyata tentang tradisi bisa menjadi ruang ekspresi, refleksi, dan koneksi lintas budaya. Melalui seni ini, kita tidak hanya menabuh irama, tetapi juga menabuh kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya Bangsa terutama Jawa. Hal ini pulalah yang selalu menjadi langkah kami dalam membangun simbol silaturahmi budaya” ungkap Prof. Sahid.
Melalui pendekatan budaya, program pengabdian masyarakat Internasional yang diselenggarakan oleh tim PUI Javanologi tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial dibidang kebudayaan. Seni Kotek Lesung adalah contoh nyata bagaimana pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk yang kontekstual, inspiratif, dan berakar pada kekayaan lokal.
