Sebanyak 54 diaspora asal Belanda, Suriname, Malaysia, dan Singapura mengikuti agenda bertajuk “Culture and Heritage Experience with Business Networking at PUI Javanologi UNS” yang diselenggarakan pada Rabu, 11 Juni 2025 di Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Kegiatan ini menjadi momen strategis untuk mempererat hubungan budaya sekaligus membuka peluang bisnis berbasis kearifan lokal Jawa yang relevan dengan kehidupan diaspora di luar negeri.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., yang dalam sambutannya menegaskan komitmen PUI Javanologi dalam menjadikan tradisi Jawa sebagai sumber inspirasi global. Acara dilanjutkan dengan seminar business networking yang dipandu oleh Muhammad Taufiq al Makmun, S.S., M.A., Ph.D. selaku peer group PUI Javanologi. Dalam paparannya, Taufiq menekankan potensi produk khas Jawa seperti tempe, blangkon, jamu, dan kuliner tradisional lainnya sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh para diaspora di negara masing-masing.
Usai seminar, peserta mengikuti workshop pembuatan tempe bersama pelaku UMKM dari Sragen, mitra binaan PUI Javanologi UNS. Antusiasme peserta meningkat saat mereka melanjutkan kegiatan dengan tour UMKM heritage partners, mengunjungi dan berinteraksi langsung dengan sembilan pelaku usaha budaya mitra PUI Javanologi UNS, yaitu Batik Nderbolo (Sragen), Blangkon Solo KSA (Solo), Wedang Uwuh Java Drink (Karanganyar), Jamu Boendah (Sukoharjo), Tempe Aroma Jaya Bu Satinem (Sragen), Batik Kendi Mas (Boyolali), Sanggar Wayang Yudhistira (Wonogiri), Dianpitoyoarts (Solo), dan Subur Jaya Selaras (Karanganyar).
Sebagai penutup, peserta disuguhi hidangan kuliner khas Jawa yang dilengkapi dengan aneka jajan pasar khas Solo, memberikan pengalaman cita rasa tradisional yang otentik. Acara ditutup dengan meriah melalui pertunjukan kothek lesung dari Sanggar Seni Subur Budaya (Sragen), yang membawakan lagu-lagu daerah favorit para diaspora Jawa seperti tembang-tembang dari almarhum Didi Kempot. Momen ini bukan hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga simbol semangat pelestarian budaya Jawa yang lintas batas dan lintas generasi.