Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan UNS Jawametrik dan Javanese Cultural Awards 2025, Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi UNS menyelenggarakan Seminar Kebudayaan dengan tema “Nekara dan Instrumen Tipe Gong di Indonesia/Asia Tenggara.” Seminar berlangsung di Pendapa R. Ng. Yosodipuro, kampus utama UNS, Selasa malam, 3 Juni 2025, dan menarik perhatian para akademisi, mahasiswa, praktisi budaya, serta tamu undangan.

Acara seminar dipandu oleh maestro gamelan sekaligus cendekiawan Prof. Sumarsam, Ph.D. (Winslow‑Kaplan Professor of Music, Wesleyan University), yang membagikan wawasannya tentang filosofi, sejarah, serta pola sebaran instrumen seperti nekara dan berbagai jenis gong di kawasan Asia Tenggara. Diskusi mencakup aspek material, fungsi ritual, dan transformasi budaya yang dihadirkan melalui instrumen tersebut.

Prof. Sumarsam, yang dikenal sebagai pionir pendidikan gamelan di luar negeri sejak 1972, menguraikan bagaimana jenis‑jenis instrumen gong di Nusantara tidak hanya beragam secara material, tetapi juga menyimpan nilai-nilai kosmologis dan simbolik dalam setiap masyarakat. Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta mengamati contoh fisik instrumen dan bertukar pendapat mengenai teknik pembuatan dan peran sosial budaya alat-alat tersebut.