Dengklung merupakan kesenian tradisional daerah Jawa yang bernuansa Islami. Kesenian ini lengkapnya dikenal dengan Dengklung Al-Kafi Desa Bandar. Hal itu dikarenakan dengklung sendiri tumbuh dan dikembangkan di Desa Bandar, Batang, oleh Kafi A Kadir. Selain menjadi pemimpin dari kesenian ini, Kafi A Kadir juga turut serta dalam melatih para pelaku seninya. Dahulu, dengklung selalu identik dengan laki-laki. Namun di Desa Bandar, pelakunya adalah wanita.