Tari Gambyong

Tari Gambyong sendiri merupakan kebudayaan khas orang Jawa, khususnya warga kota Surakarta, Jawa Tengah. Pada umumnya, seni tradisional Jawa Tengah ini digelar saat acara adat atau pentas seni kebudayaan. Tari tradisional gambyong adalah bentuk baru dari seni tari yang bernama tayub. Nama Gambyong sendiri didasarkan karena ada salah satu penarinya yang bernama Sri Gambyong, ia adalah seorang penari terkenal di masa lalu. Penari ini dikenal karena gerakan tariannya yang begitu luwes, sehingga Raja Pakubuwono IV dari Kasultanan Surakarta mengundangnya ke istana untuk melakukan tarian tayub. Tarian yang awalnya bernama tayub ini kemudian dimodifikasi dan dinamakan dengan tarian gambyong, karena popularitas sang penari Sri Gambyong yang mampu memikat sang raja. Sumber : goodminds.id

Foto: JIBI Photo

Gerakan Tari Gambyong

1. Maju Beksan

Gerakan awal pada tarian gambyong ini disebut dengan maju beksan. Maju beksan ini menggerakan kepala dan tangan dengan sangat lembut sebagai gerakan awal untuk memulai pertunjukan seni tari ini. 

2. Gerakan Utama Beksan

Setelah melakukan pemanasan dengan gerakan kepala dan tangan yang lembut, maka penari akan melanjutkan tarian dengan tempo yang sedikit lebih cepat. Penari juga menggunakan kaki untuk mengikuti setiap gerakan kepala dan tangan. Wajah penari harus menampilkan mimik muka keanggunan.

3. Mundur Beksan

Gerakan terakhir adalah mundur beksan di mana para penari akan menampilkan tarian dengan tempo yang lebih lambat. 

Foto: goodminds.id

Apabila anda menyukai konten-konten kami, kunjungi laman Instagram kami dan bagikan konten kami kepada teman-teman anda.