Surakarta – Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret menerima kunjungan dari Christina Szabo, salah seorang seorang seniman batik asal Hungaria yang didampingi oleh Romario Patogian S. yang merupakan perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Budapest, Hungaria. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada tanggal 19 – 22 November 2025 dengan tujuan mendalami wawasan tentang batik secara langsung dari para ahli di Indonesia terutama pakar batik di PUI Javanologi UNS.

Kegiatan pertama di PUI Javanologi diawali pada Rabu (19/11/2025) diterima langsung oleh Prof. Sahid Teguh Widodo, S.S., M.Hum., Ph.D. (Kepala PUI Javanologi); Dr. Septi Yulisetiani, M.Pd. (Peneliti Javanologi); Elisa Herawati, S.Si., M.Eng., Ph.D. (Kepala Subdirektorat Layanan Internasional); Dra. Tiwi Bina Affanti, M.Sn. (Pegiat Javanologi / Pakar Batik), Galing Bondan Gunawan, S.Sn. (Pegiat Javanologi / Pakar Batik), owner Pandono Batik Abstrak, dan owner Newcoral Ecofriendly (mitra Javanologi) serta staff PUI Javanologi. Pembukaan acara bertempat di Ruang Peer Group, Gedung R.Ng. Ranggawarsita lantai 2, PUI Javanologi UNS. Pada kesempatan tersebut, Prof. Sahid Teguh Widodo menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terlaksananya kunjungan ini.

“Kami merasa bahagia dan menyambut baik kehadiran Ibu Christina Szabo bersama Pak Mario ke Javanologi untuk memperdalam seni batik bersama para pakar kami. Kunjungan ini semoga bukan hanya menjadi ruang belajar bersama, tetapi juga membuka peluang kerja sama ditingkat yang lebih luas” ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) mengenai hasil riset tim Javanologi yang diketuai oleh Prof. Sahid Teguh Widodo, S.S., M.Hum., Ph.D. tentang batik motif makam kuna dan ditutup dengan mengunjungi Museum UNS serta diajak Tim Javanologi berkunjung ke Batik Giri Wastra Pura yang berlokasi di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah guna memperoleh wawasan batik dengan motif klasik yang dipengaruhi oleh gaya Pura Mangkunegaran dan batik khas Solo. Kunjungan diterima langsung oleh Ibu Partinah.

Pada Kamis (20/11/2025) Christina Szabo diperkenalkan dengan inovasi baru yaitu batik cap berbahan kertas. Workshop ini menghadirkan Dra. Tiwi Bina Affanti, M.Sn. dan Galing Bondan Gunawan, S.Sn. sebagai pemateri. Inovasi batik cap kertas adalah metode pembuatan canting batik cap dengan bahan dasar limbah kertas yang lebih murah dan mudah dibuat dibandingkan cap tembaga. Penggunaan limbah kertas pun dinilai mendukung praktik batik yang lebih berkelanjutan serta ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Batik, Gedung R.Ng. Ranggawarsita lantai 1, PUI Javanologi.

Tim Javanologi juga mengajak Christina Szabo untuk berkunjung kesalah satu sentra produksi kain tradisional Lurik Prasojo yang berdiri sejak 1950 yang bertempat di Pedan, Klaten, Jawa Tengah. Menempuh perjalanana 47 km dari Kota Solo, kunjungan ini sebagai tambahan wawasan dalam mengenal ragam wastra tradisi Nusantara. Beliau diajak untuk melihat proses pembuatan lurik, baik yang menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM) maupun Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) serta berbelanja di showroom.

Cristina Szabo mengikuti Workshop Ecoprint dengan Teknik Pounding Jumat (21/11/2025) di Ruang Batik, Gedung R.Ng. Ranggawarsita lantai 1, PUI Javanologi. Teknik pounding ini merupakan metode dasar dan sederhana untuk mewarnai kain menggunakan pigmen alami dari daun dan bunga dengan cara memukulnya hingga warna berpindah ke kain. Teknik ini dilakukan dengan meletakkan daun atau bunga tersebut di atas kain, menutupnya dengan plastik, lalu memukulnya secara merata menggunakan palu agar warna dan motif tanaman tercetak pada kain.

Setelahnya, Christina diajak ke sentra industri ecoprint yang berlokasi di Jl. MH. Thamrin, RT02/10 Dukuh Kadipiro, Bejen, Karanganyar, Jawa Tengah. Kunjungan beliau bersama Tim Javanologi diterima langsung oleh Ibu Fadilla Kesuma (owner Newcoral Ecofriendly). Ia dikenalkan dengan proses pembuatan ecoprint dengan teknik steaming (kukus). Dimulai dengan pemilihan daun dan bunga segar yang memiliki pigmen warna kuat. Pertama, kain dicuci bersih dan direndam dengan mordant (soda ash, soda kue, tawas dan tunjung) untuk membantu penyerapan warna. Christina diajak untuk menata daun dan bunga di atas kain sesuai pola yang diinginkan, kemudian kain ditutup dengan kain lain yang telah dicelup pewarna dasar, dan ditutup dengan plastik serta digulung agar motif tetap pada tempatnya serta dikukus selama 1.5-2 jam. Proses tersebut memerlukan waktu yang sangat panjang melebihi teknik pounding.

Kunjungan Christina Szabo didampingi Romario Patogian S. ditutup pada Sabtu (22/11/2025) dengan eksplorasi proses kreatif Batik Abstrak yang digawangi oleh Bapak Pandono yang berlokasi di Jl. Tiga Negeri No.31, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Ia dikenalkan dengan gaya batik yang tidak mengikuti pakem motif tradisional, melainkan mengadopsi dari aliran seni lukis abstraksionisme dan menggunakan komposisi garis dan warna secara bebas untuk mengekspresikan ide-ide kreatif.

Melalui rangkaian kegiatan ini, harapannya PUI Javanologi UNS, Christina Szabo, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia Budapest di Hungaria menjadi langkah penting bagi peningkatan kerja sama Internasional di masa mendatang. Terima kasih atas kunjungannya, semoga berkesan.