Surakarta, 11 Juni 2023 – Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan resmi dari Nederland Pencak Silat Federation (NPSF) pada Minggu, 11 Juni 2023. Kunjungan ini menjadi tonggak penting dalam membangun kolaborasi internasional untuk pelestarian, pengembangan, dan internasionalisasi Pencak Silat sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, perwakilan dari NPSF, Bradley Jacobs, yang juga merupakan diaspora Jawa di Belanda, disambut langsung oleh Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, dengan pembahasan berbagai bentuk kerja sama strategis yang akan dilaksanakan ke depan.

Adapun poin-poin kerja sama yang disepakati meliputi:

  • Penyelenggaraan Kolaborasi Riset Internasional Pencak Silat, melalui kegiatan lokakarya, konferensi, seminar, dan diskusi yang diselenggarakan secara berkelanjutan dalam format hybrid (daring dan luring);

  • Pelaksanaan Penelitian dan Pengembangan Ilmiah, yang mendorong pertukaran pengetahuan dan keterampilan Pencak Silat melalui jejaring diaspora dan organisasi internasional yang sevisi;

  • Penugasan Tenaga Ahli ke Luar Negeri, guna mendukung promosi dan praktik Pencak Silat serta transfer pengetahuan secara global;

  • Publikasi dan Penelitian Artikel Ilmiah, khususnya tentang Pencak Silat di Belanda.

Prof. Sahid menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata dari diplomasi budaya dan penguatan identitas bangsa melalui seni bela diri tradisional. “Pencak Silat mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Indonesia. Dengan kolaborasi ini, kami ingin mendorong eksistensi Pencak Silat tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai kekayaan intelektual dan spiritual bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Bradley Jacobs menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan hangat dari PUI Javanologi UNS dan menyatakan komitmennya untuk menjadi penghubung aktif antara komunitas Pencak Silat di Indonesia dan Belanda. Ia menilai pendekatan akademik yang dilakukan Javanologi sangat penting untuk memperkuat fondasi Pencak Silat di ranah internasional.

Kunjungan ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan pertukaran cinderamata sebagai simbol persahabatan dan komitmen bersama dalam pelestarian budaya.

Melalui kerja sama ini, PUI Javanologi UNS berharap dapat memperkuat peran budaya Jawa, khususnya Pencak Silat, dalam wacana global melalui pendekatan ilmiah dan jejaring diaspora.