Tembang Dolanan termasuk salah satu karya sastra dari budaya Jawa yang mengambil bentuk berupa nyanyian rakyat. Seperti yang Sahabat Javanologi tau, tembang dolanan umumnya digunakan sebagai media hiburan masyarakat. Tembang Dolanan biasanya dinyanyikan oleh anak-anak dan diiringi dengan permainan tradisional di dalamnya. Namun, ternyata dalam liriknya, selain mengandung tema permainan dari lagu tersebut tembang dolanan juga mengandung nilai dan ajaran luhur yang dapat dijadikan sebagai panutan. Masing-masing tembang dolanan memiliki ciri dan keunikannya. Seperti salah satunya adalah tembang Kupu Kuwi, yang mengambil tema binatang kupu-kupu.
Menceritakan tentang hewan kupu-kupu yang lincah, gesit, dan sulit untuk ditangkap, tembang kupu kuwi dapat menambah wawasan anak untuk mengenal serangga cantik satu ini. Terlepas dari lirik lagunya yang sederhana, tembang kupu kuwi memiliki pesan tersirat dengan maksud menasehati generasi muda. Sikap pribadi yang lebih baik, dari batin, tutur kata, hingga tindakan merupakan nasehat yang dapat dicerminkan dalam tembang ini.
Seperti halnya ulat yang berubah menjadi kupu-kupu yang lebih indah, manusia juga harus berperilaku lebih baik dari masa ke masa. Seseorang harus kuat menghadapi perjuangan yang panjang mulai dari ulat, kepompong, hingga akhirnya sukses menjadi kupu-kupu. Ibarat ulat adalah anak-anak, kepompong adalah fase mereka untuk mendewasakan diri, hingga akhirnya berevolusi menjadi kupu-kupu yang lembangkan keindahan. Untuk mencapai fase itu, seseorang harus bersabar dalam penantian yang tidak sebentar.