Wayang Mahabarata
Halo Sahabat Javanologi,
Kalau membahas soal cerita wayang, salah satu yang sangat terkenal adalah cerita wayang Mahabarata. Cerita Mahabarata ini berawal dari pertemuan antara Sakuntala dengan Raja Duswanra. Jadi, Raja Duswanra ini merupakan pemimpin besar dari Chandrawangsa dari Yayati. Raja Duswanta menikah dengan Sakuntala atas perintah dari pertapaan Bagwan Kanwa, lalu membentuk pusat pemerintahan yang dinamakan Hastinapura. Kemudian, sang Hasti menurunkan para raja dari Hastinapura, dari keluarga tersebut lahirlah sang Kuru dan dengan berjalannya waktu, Kuru memegang daerah santa luas disebut dengan Kurushetra.
Kurushetra lalu menurunkan Dinasti Wangsu atau Kuru yang biasa disebut dengan Kurawa dalam dinasti tersebut. Akhirnya lahirlah anak bernama Pratipa yang menjadi ayah Prabu Santanu, serta menjadi leluhur dari Pandawa dan Kurawa. Santanu adalah raja yang sangat terkenal dari menjadikan Kuru diterima di Hastinapura. Santanu menikah dengan Dewi Gangga yang ditolak ke bumi serta Dewi Gangga meninggalkan Santanu sebab Ia menolak janji pernikahannya. Dalam pernikahan tersebut, Santanu dan Dewi Gangga dikaruniai 7 orang anak, akan tetapi anak tersebut ditenggelamkan oleh Dewi Gangga di laut gangga, dengan alasan semua anaknya mengajukan kutukan. Beruntunglah anak terakhir dapat diselamatkan oleh Santanu dan diberikan nama Dewabrata. Maka dari kejadian inilah Dewi Gangga meninggalkan Raja Santanu.
Kemudian Raja Santanu menikah lagu dengan seorang anak pelayan bernama Dewi Satyawatu, serta pada masa ini Dewabrata umurnya sudah beranjak dewasa, ia melakukan sumpah untuk tidak menikah selamanya (bhisna pratigya). Hal itu Dewabrata lakukan sebab ia tidak ingin beserta keturunannya terlibat perselisihan dengan keturunan dari ibu tirinya Dewabrata (Dewi Sastyawati). Terlepas dari hal tersebut, hasil pernikahan antara Prabu Santanu dengan Dewi Sastyawati dianugerahi dua anak yang bernama Citranggada dan Wicitrawita, sementara Bisma (Dewabrata memutuskan untuk pergi ke Kerajaan Kasi dalam acara sayembara. Pada akhirnya, Dewabrata menang dan mendapatkan 3 putrinya yang bernama Ambalika, Amba, dan Ambika. Amba sendiri sangat mencintai Dewabrata, namun di sisi lain bisa menolak cinta dari Amba, sebab ia sudah bersumpah tidak akan menikah untuk menghindari perselisihan. Akhirnya tanpa adanya kesengajaan, Dewabrata ingat bahwa Amba akan berinkarnasi menjadi seorang Wanita yang disukai banyak pria. Dan Wanita tersebut adalah anak dari Raja Drupadi yang bernama Srikandi. Kematian Bisma kelak ditangan Srikandi yang membantu Prabu Arjuna dalam peperangan Bharatayudha.
Cerita berlanjut dengan adanya kejadian buruk, Pandu mengundang Kunti dan Madrim untuk meminta agar bisa mendapatkan hasil. Namun dengan bantuan sebuah mantra Adityahredaya mengirimkan Resi, Dewi Kunti bisa mengundang para dewa dan dikirimkan memperoleh kemenangan. Dewi Kunti pun mencoba mantra tersebut, lalu datanglah Batara Suya dan kemudian tidak lama ia hamil dan memiliki anak bernama karna. Akan tetapi Karna ini ketika terjadi perang Bharatayudha berpihak kepada Kurawa. Pandu meminta lagi kepada Kunti, lalu ia mencoba membaca mantra kembali. Kemudian Batara Guru mengirimkan Batara Dharma untuk membuahi Dewi Kunti hingga melahirkan anak bernama Yudhistira. Batara Guru mengirimkan lagi Batara Bayu untuk membuahi Dewi Kunti yang akhirnya lahirlah anak bernama Bima. Berlanjut lagi dengan dikirimkannya Batara Indra hingga melahirkan anak bernama Arjuna. Hingga akhirnya dikirimkan lagi Aswan dan Aswin yang menghasilkan anak kembar bernama Nakula dan Sadewa. Sedangkan Drestarastra (buta) menikah dengan Dewi Gandari dan memiliki 99 putra dan 1 orang putri yang biasa dikenal dengan Kurawa. Disisi lain sebab putra dari Pandu hanya 5 orang saja, maka disebut dengan Pandawa Lima. Pihak Kurawa dan Pandawa masing-masing memiliki sifat yang berbeda, namun berasal dari satu keluarga yakni Kuru dan Baharata. Anak tertua dari Kurawa yang bernama Duryudana memiliki sifat iri hati dan licik kepada para Pandawa Lima. Sementara di pihak Pandawa memiliki sifat yang tenang dan sabar, kompilasi ditindas sepupu mereka sendiri (Kurawa). Ayah Kurawa sangat saying sekali kepada anak-anaknya sebab ia sudah dihasut saudara iparnya yang bernama Sengkuni.
Pada saat masa pengasingan sudah selesai sesuai perjanjian yang mereka buat, pihak Pandawa berhak kembali ke kerajaan sesudah masa pengasingan selesai. Akan tetapi Duryudana tidak mengembalikannya secara gratis, ia tidak mau menyerahkan lagi kepada Pandawa. Maka dari hal inilah yang membuat kesabaran para Pandawa habis. Sri Karna berhasil menyuruh mereka akan mengambil jalan damai, namun hal itu tetap sia-sia saja. Akhirnya terjadilah pertempuran yang besar dan kita kenal sebagai peperangan Bharatayudha yang tidak bisa dihindarkan lagi. Pihak Pandawa berhasil mencari sekutu dengan mendapatkan misi dari Kerajaan Matsya. Kerajaan Kekaya, Kerajaan Chola, Kerajaan Pandya, Kerajaan Magadha, Kerajaan Kerala, Kerajaan Wangsa Yadawa, kerajaan Dwaraka, dan masih banyak lagi lainnya. Semua ksatria dari Bharatawarsha juga ikut membantu para Pandawa, seperti Srikandi, Setyaki, Drestadjumna, Drupada, dan masih banyak lainnya. Selama peperangan ini terjadi kurang lebih 18 hari, pertumpahan darah dan pembantaian sangat mengenaskan. Di hari ke 18 peperangan, hanya menyisakan 10 orang, yakni para Pandawa, Setyaki, Aswatama, Kertawarma, Yuyutsu, dan Krepa.
Akhirnya peperangan dimenangkan oleh pihak Pandawa dan membuat Yhudistira diangkat menjadi raja Hastinapura. Setelah ia memerintah beberapa tahun, kerajannya akan diberikan lagi kepada adiknya Arjuna yang bernama Parikesit. Ketika urusan mereka selesai, para Pandawa dan Drupadi mendaki gunung Himalaya sebagai tujuan akhir dari perjalanan mereka. Saat di gunung Himalaya, mereka akan meninggal dan mencapai ke surga. Selain itu, Parikesit yang memimpin Kerajaan Kuru dengan sangat adil dan bijaksana. Ia juga menikah dengan Dewi Madrawati serta memiliki anak bernama Janamejaya. Janamejaya yang sudah besar lalu menikah dengan Wapushtama (Bhamustiman) dari pernikahannya ini dikaruniai anak bernama Satanika. Saat Satanika sudah dewasa, ia kemudian menikah dan memiliki anak bernama Aswamedhadatta. Lalu Aswamedhadatta turut memimpin sebagai pengganti raja di Kerajaan Hastinapuran dan Kerajaan Wangsa Kuru.
Penulis: Elang Widya Buana
https://caritawayang.blogspot.com/2015/05/ringkasan-mahabarata.html
https://kumpulanceritabahasajawa.blogspot.com/2015/05/cerita-wayang-mahabarata-bahasa-jawa.html
