Aneka minuman khas daerah atau minuman tradisional merupakan wujud budaya yang berciri kedaerahan, spesifik, beraneka macam, dan jenisnya mencerminkan potensi alam daerah masing-masing. Saat ini minuman tradisional khas daerah dapat dipromosikan untuk menunjang pariwisata suatu daerah dengan wisata kulinernya. Minuman tradisional adalah jenis minuman yang berbahan campuran tradisional dan telah lama berkembang secara spesifik di suatu daerah atau masyarakat. Biasanya minuman tradisional diolah dari resep yang sudah dikenal oleh masyarakat setempat dengan bahan-bahan yang diperoleh dari sumber lokal yang memiliki citarasa yang sesuai dengan seleranya.
Dawet Ayu adalah minuman khas Jawa yang terbuat dari tepung atau beras ketan. Dawet dikenal juga sebagai cendol dan ada beragam jenisnya. Sebelum membuat mempraktikkan resep dari minuman segar ini, sahabat Javanologi dapat menyimak beberapa asal-usul dari Dawet Ayu.
Versi Pertama
Dawet Banjarnegara menjadi terkenal awalnya dari lagu yang diciptakan oleh seniman Banjarnegara bernama Bono berjudul “Dawet Ayu Banjarnegara”, hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Kesenian Banjarnegara Tjundaroso. Lagu tersebut dipopulerkan kembali oleh grup seni calung dan lawak Banyumas, Peang Penjol, yang terkenal di Karesidenan Banyumas pada era 1970-1980-an.
Versi Kedua
Berdasarkan cerita turun temurun, diceritakan bahwa terdapat sebuah keluarga yang berjualan dawet sejak awal abad ke-20. Kemudian, sampailah pada generasi ketiga pedagang itu yang terkenal karena cantiknya. Oleh karena itu, dawet yang dijual disebut oleh orang-orang sebagai Dawet Ayu.
Versi Ketiga
Sejalan dengan keterangan tokoh masyarakat Banyumas, Kiai Haji Khatibul Umam Wiranu. Dawet Ayu muncul dari pedagang yang bernama Munardjo dengan istrinya yang cantik, sehingga dawetnya mendapat sebutan Dawet Ayu.
Resep Dawet Ayu
Bahan:
-
125 gram tepung beras
-
2 sdm tepung tapioka
-
600 ml air mendidih
-
2 sdt pasta pandan
-
1 sdt garam
-
50 ml santan encer
Bahan Sirup gula:
-
500 ml air
-
300 gram gula merah
-
300 gram gula pasir
-
2 lembar daun pandan
Bahan santan:
-
500 ml santan
-
2 lembar daun pandan
-
1/2 sdt garam
Cara membuat:
-
Campur tepung beras dam tepung tapioka, kemudian aduk rata. Masukan santan, pasta pandan, dan aduk rata kembali. Ambil air panas dan masukkan kedalam tepung, kemudian aduk diatas api.
-
Aduk terus hingga adonan berwarna agak bening. Matikan api. Kemudian masukkan adonan dalam plastik segitiga.
-
Siapkan es batu dan air dingin dalam wadah. Ambil adonan cendol, potong ujung plastik. Lalu tekan perlahan dan jatuhkan dalam wadah yang berisi es batu dan air dingin. Lakukan hingga adonan habis.
-
Kemudian buatlah santan dengan cara memasak semua bahan santan sampai mendidih.
-
Lalu buat sirup gula dengan cara mendidihkan air gula merah, gula pasir, daun pandan, dan garam. Masak sampai gula larut, kemudian dinginkan dan saring gula tersebut.
-
Siapkan wadah dan masukkan cendol, kemudian beri sirup gula sesuai selera. Siram dengan santan, dan tambahkan es batu.
Itu dia sejarah asal-usul minuman tradisional Dawet Ayu, lengkap dengan resep yang dapat sahabat Javanologi praktekkan di rumah. Minuman segar ini dapat dinikmati kapan saja sesuai dengan selera dan kebutuhan sahabat sekalian. Tak hanya sampai disitu, selain bisa dinikmati sendiri minuman ini juga bisa dapat dijadikan sebagai ide untuk usaha yang tentunya menguntungkan.
Penulis: Pradita Dwi Ayu Wulansari
Sumber:
https://journals.usm.ac.id/index.php/jdsb/article/download/3444/2429
https://id.theasianparent.com/5-resep-es-dawet-ayu
