Surakarta, 30 Oktober 2026 – Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) terus menunjukkan komitmennya dalam pelestarian dan pengembangan budaya Jawa melalui partisipasi aktif di ranah akademis. Bertempat di Ruang Seminar Pascasarjana ISI Surakarta, Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., hadir sebagai narasumber utama dalam Kuliah Umum bertajuk “Dari Kasêngkêr ke Kababar: Pemahaman Sistematis tentang ‘Kerisologi'” yang diselenggarakan oleh Program Studi Senjata Tradisional Keris ISI Surakarta. Diskusi yang dipandu oleh Aji Wiyoko, S.Sn., M.Sn. ini dihadiri oleh jajaran akademisi, peneliti budaya, serta mahasiswa yang antusias menelaah keris tidak hanya sebagai artefak fisik, melainkan sebagai karya adiluhung yang syarat akan filosofi kehidupan.

Dalam pemaparannya, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., menekankan perlunya pergeseran paradigma dari kasêngkêr (sesuatu yang disakralkan dan tertutup) menjadi kababar (dipahami secara terbuka dan sistematis melalui pendekatan ilmiah).  Melalui sinergi riset dan pengabdian masyarakat, PUI Javanologi UNS berupaya mendokumentasikan nilai-nilai sejarah serta keahlian tradisional (traditional craftsmanship) agar dapat dipelajari secara terstruktur oleh generasi muda di tingkat nasional maupun internasional.

Langkah kolaboratif ini sejalan dengan komitmen Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan ruang belajar akademis berbasis kearifan lokal, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) melalui perlindungan dan pelestarian warisan budaya dunia. Selain itu, kemitraan strategis antara UNS dan ISI Surakarta ini memperkuat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak nyata bagi kelestarian identitas bangsa.