Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan kehormatan dari tokoh senior Singapura, Bapak Yatiman bin Yusof, pada Kamis (13/8/2026) di Gedung PUI Javanologi UNS, Surakarta. Kunjungan diplomasi kebudayaan ini disambut secara langsung oleh Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., dan Muhammad Taufiq Al Makmun, S.S., M.A., Ph.D. sebagai Tim Pelaksana Akselerasi Pengembangan Javanologi UNS.

Bapak Yatiman bin Yusof merupakan tokoh penting Singapura yang pernah menjabat sebagai Setiausaha Parlimen Kanan (Senior Parliamentary Secretary) di Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Penerangan, Komunikasi, dan Kesenian Singapura, mantan Duta Besar Non-Residen untuk Rwanda dan Kenya, serta dikenal luas sebagai budayawan, penulis, dan penyair yang konsisten memperjuangkan bahasa, sastra, dan warisan budaya Melayu-Nusantara.

Dalam pertemuan ilmiah tersebut, kedua pihak berdiskusi secara mendalam mengenai tema strategis Diaspora dan Genealogi Jawa (Javanese Genealogy), khususnya terkait pemetaan sejarah, identitas budaya, serta peninggalan silsilah masyarakat keturunan Jawa di Singapura dan kawasan Asia Tenggara. Prof. Sahid Teguh Widodo dan Bapak Yatiman bin Yusof menyoroti pentingnya dokumentasi sejarah lisan, pengarsipan manuskrip kuno, dan penyusunan data genealogi secara sistematis untuk merekonstruksi jejak peradaban serta kontribusi diaspora Jawa dalam pembangunan sosio-kultural di mancanegara. Pertemuan ini juga diwarnai dengan pertukaran pemikiran mengenai kajian literatur Jawa-Melayu yang menjadi jembatan antar-generasi dalam merawat ingatan kolektif kebudayaan Nusantara.

Kunjungan strategis ini memperkokoh posisi PUI Javanologi UNS sebagai pusat rujukan riset kebudayaan Jawa bertaraf internasional yang berdedikasi mendukung perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs) Universitas Sebelas Maret. Inisiatif ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan penelitian berbasis kebudayaan, SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) dalam hal pelestarian warisan budaya (cultural heritage), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan jalinan kolaborasi riset lintas negara dalam memajukan kebudayaan Nusantara di kancah global.