Sebagai upaya memperkuat identitas budaya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal, tim kreatif dari PUI Javanologi UNS melaksanakan proses latihan kreasi tari ikon daerah untuk Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 3–4 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan sepuluh penari profesional yang dipimpin oleh Agung Kusuma Widagdo, S.Sn. dan Dorothea Quin, S.Sn., dengan pendampingan langsung dari maestro tari Didik Nini Thowok. Latihan ini menjadi tahapan penting dalam penyempurnaan karya tari yang dirancang untuk merepresentasikan karakter, nilai budaya, serta potensi alam Desa Wonokitri.

Selama dua hari pelaksanaan, tim berfokus pada penyempurnaan pola lantai, formasi gerak, dinamika pertunjukan, serta kekompakan antarpenari agar koreografi memiliki kualitas artistik yang matang. Proses kreatif ini juga menjadi langkah akhir sebelum tari diperkenalkan kepada masyarakat Desa Wonokitri melalui program pelatihan. Nantinya, karya tari tersebut akan diajarkan kepada warga sebagai identitas budaya yang dapat ditampilkan dalam berbagai agenda wisata dan kegiatan kebudayaan, sehingga mampu menjadi salah satu ikon yang memperkuat daya tarik destinasi wisata desa.

Melalui pengembangan tari ikon daerah ini, PUI Javanologi UNS berkomitmen untuk mendorong pelestarian warisan budaya sekaligus memberdayakan masyarakat melalui seni pertunjukan. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi lokal, memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya, serta memperkaya pengalaman wisata di Desa Wonokitri. Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pelestarian warisan budaya sebagai identitas komunitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara akademisi, seniman, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi budaya daerah.