Johor Bahru, 30 Juli 2025 — Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali memperkuat upaya pelestarian dan pengenalan budaya Jawa di tingkat internasional melalui kegiatan pelatihan membatik blangkon serta pembelajaran bahasa dan aksara Jawa bersama 50 pelajar Malaysia di Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 30 Juli 2025, ini menjadi bagian dari program penguatan kebudayaan dan pendidikan lintas negara yang mempertemukan generasi muda dengan kekayaan tradisi Jawa secara langsung dan interaktif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru, Bapak Sigit S. Widiyanto, serta Ibu Erry Kananga selaku Minister Counsellor/Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan pada Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KJRI Johor Bahru. Para staf pengajar Sekolah Indonesia Johor Bahru juga turut hadir dan mendukung pelaksanaan kegiatan. Kehadiran para perwakilan KJRI dan tenaga pendidik tersebut menunjukkan dukungan kuat terhadap upaya pengenalan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa, kepada generasi muda di Malaysia.
Acara diawali dengan sambutan dari Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Bapak Sigit S. Widiyanto. Selanjutnya, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., selaku Kepala PUI Javanologi UNS sekaligus Ketua Peneliti Program PKMI-UNS, menyampaikan pengantar mengenai pentingnya pelestarian budaya melalui pendidikan dan pengalaman langsung. Dalam kesempatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan pengetahuan hidup yang dapat terus dipelajari, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui berbagai bentuk kegiatan kreatif dan edukatif.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kelas bahasa dan aksara Jawa yang dipandu oleh Dr. Rahmat, S.S., M.A. Para peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar bahasa Jawa sekaligus aksara Jawa melalui metode pembelajaran yang interaktif dan komunikatif. Sesi ini dirancang agar peserta tidak hanya mengenal bentuk dan cara membaca aksara Jawa, tetapi juga memahami konteks penggunaannya sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya Jawa. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti materi, mencoba menulis aksara Jawa, serta berinteraksi langsung dengan pemateri selama proses pembelajaran berlangsung.
Setelah sesi bahasa dan aksara Jawa, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membatik blangkon yang dipandu oleh Bapak Agung Tri Widagdo, pemilik UMKM Blangkon KSA Solo sekaligus mitra PUI Javanologi UNS. Dalam sesi praktik ini, para pelajar mendapatkan pengalaman langsung mengenal proses kreatif pembuatan blangkon melalui pendekatan membatik. Peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai teknik dan tahapan membatik, tetapi juga diberi kesempatan untuk mencoba secara langsung proses tersebut. Kegiatan praktik berlangsung dengan penuh antusiasme dan menjadi salah satu pengalaman yang paling menarik bagi para peserta karena memungkinkan mereka berinteraksi langsung dengan tradisi budaya Jawa melalui aktivitas kreatif.
Keberhasilan kegiatan ini terlihat dari tingginya partisipasi dan antusiasme 50 pelajar yang mengikuti seluruh rangkaian acara. Peserta tampak aktif berpartisipasi dalam setiap sesi, mulai dari pembelajaran bahasa dan aksara Jawa hingga praktik membatik blangkon. Interaksi antara peserta, pengajar, praktisi budaya, dan tim PUI Javanologi UNS juga menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis dan menyenangkan. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pendekatan budaya berbasis praktik dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada generasi muda di luar negeri.
Melalui kegiatan ini, PUI Javanologi UNS tidak hanya memperkenalkan bahasa, aksara, dan seni tradisional Jawa, tetapi juga membangun ruang interaksi budaya antara Indonesia dan Malaysia. Kolaborasi bersama KJRI Johor Bahru, Sekolah Indonesia Johor Bahru, serta mitra UMKM Blangkon KSA Solo menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pelestarian budaya yang melibatkan akademisi, pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku budaya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi model penguatan diplomasi budaya sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dalam memperkenalkan kekayaan budaya Jawa kepada masyarakat internasional, khususnya generasi muda.
Kegiatan pelatihan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran budaya dan keterampilan berbasis praktik, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara PUI Javanologi UNS, KJRI Johor Bahru, Sekolah Indonesia Johor Bahru, dan mitra UMKM. Dengan menggabungkan pendidikan, kebudayaan, dan kolaborasi lintas negara, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia melalui jalur diplomasi budaya.
