SURAKARTA — Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi membuka program Kelas Bahasa dan Budaya Jawa melalui pelaksanaan Kelas Bahasa dan Aksara Jawa yang berlangsung pada 11 dan 12 Juni 2026. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., di gedung PUI Javanologi UNS. Menjadi bagian dari penelitian Program Perkuatan Institusi UNS 2026 (PPI-UNS 2026), kelas perdana ini dipandu oleh Dr. Rahmat, S.S., M.A., selaku dosen Pendidikan Bahasa Jawa UNS sekaligus Koordinator Akselerasi Program di PUI Javanologi UNS, guna mengenalkan dasar-dasar linguistik lokal kepada generasi muda global.

Sebanyak 25 mahasiswa internasional yang tergabung dalam program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UNS menjadi peserta aktif dalam kelas intensif ini. Mereka berasal dari tujuh negara lintas benua, yaitu Timor Leste, Myanmar, Filipina, Jepang, Sierra Leone, Rwanda, dan Turkmenistan. Selama dua hari, para mahasiswa asing ini sangat antusias mengeksplorasi bentuk-bentuk unik dari aksara Jawa serta mempraktikkan pelafalan kosakata dasar yang akan mempermudah komunikasi mereka selama menetap di Kota Surakarta.

Untuk mengoptimalkan proses belajar, PUI Javanologi UNS menerapkan metode pembelajaran interaktif dengan memasangkan setiap mahasiswa internasional dengan satu tutor sebaya dari mahasiswa Pendidikan Bahasa Jawa dan Sastra Daerah UNS. Pendekatan personal ini sengaja dirancang agar para peserta dapat memperdalam pengetahuan bahasa dan aksara Jawa dalam suasana yang lebih fleksibel, santai, dan tanpa sekat formalitas. Melalui interaksi kasual ini, mahasiswa asing tidak hanya mendapatkan materi secara kognitif, tetapi juga langsung mempraktikkan percakapan sehari-hari yang umum digunakan di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka di Solo.

Melalui penyelenggaraan kelas perdana ini, PUI Javanologi UNS turut mendukung komitmen universitas dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat penyediaan edukasi inklusif berbasis kemitraan lintas budaya, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya non-benda (intangible cultural heritage). Inovasi pembelajaran internasional yang berakar kuat pada nilai lokal ini sekaligus memperkokoh posisi UNS sebagai World Class University yang bereputasi global.