Surakarta, Selasa, 23 Desember 2025 — Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penguatan sistem kesehatan berbasis kearifan lokal, Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan audiensi dari Kolegium Kesehatan Tradisional Ramuan atau Jamu pada Selasa (23/12).
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., selaku Kepala PUI Javanologi UNS, didampingi oleh Muhammad Taufiq Al-Makmun, S.S., M.A., Ph.D. dan Dr. Rahmat, S.S., M.A. sebagai Tim Pelaksana Akselerasi Pengembangan Javanologi. Turut hadir pula Nanang Wiyono, dr., M.Kes., sebagai peer group ahli bidang kesehatan, yang memberikan perspektif keilmuan kesehatan dalam diskusi lintas disiplin tersebut.
Dari pihak Kolegium Kesehatan Tradisional Ramuan atau Jamu, kunjungan dihadiri oleh tiga orang perwakilan, termasuk Ketua Kolegium. Audiensi ini bertujuan untuk membahas penguatan kajian ilmiah, historis, dan kultural, serta kajian manuskrip dan literatur terkait pengobatan tradisional yang bersumber dari kearifan lokal Jawa dan Nusantara, khususnya mengenai jamu dan berbagai teknik penyembuhan tradisional.
Pertemuan ini juga menjadi ruang dialog akademik untuk mendiskusikan kontribusi PUI Javanologi UNS dalam pengembangan disiplin ilmu dan pendidikan tinggi kesehatan tradisional Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024. Hasil audiensi diharapkan dapat menjadi salah satu bahan penting dalam perumusan naskah akademik pembukaan Program Studi D4 Jamu dan/atau Profesi Kesehatan Tradisional.
Prof. Sahid Teguh Widodo menegaskan bahwa PUI Javanologi UNS memiliki komitmen kuat dalam menjembatani kajian budaya, filologi, sejarah, dan kesehatan sebagai fondasi pengembangan ilmu kesehatan tradisional yang berakar pada pengetahuan lokal namun relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Sinergi dengan Kolegium dipandang sebagai langkah strategis dalam memastikan pengembangan jamu tidak hanya berorientasi pada praktik, tetapi juga memiliki landasan akademik yang kuat dan berkelanjutan.
Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun kolaborasi berkelanjutan antara Kolegium Kesehatan Tradisional Ramuan atau Jamu dan PUI Javanologi UNS dalam penguatan riset, pendidikan, dan pelestarian pengetahuan tradisional, sekaligus berkontribusi nyata terhadap agenda pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan dan kebudayaan Indonesia.
