Surakarta, 9 Januari 2026 — Pendapa R.Ng Yasadipura, PUI Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS), menjadi ruang perjumpaan antara tradisi, inovasi, dan refleksi kosmik melalui pentas gamelan kontemporer bertajuk “Bishma dan Srikandhi, sebuah Konspirasi Kosmik yang Melampaui Hidup, Cinta, dan Kebenaran.” Diselenggarakan pada Jumat, 9 Januari 2026, pertunjukan ini tidak hanya menghadirkan eksplorasi artistik lintas budaya, tetapi juga menegaskan kontribusi seni terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis budaya, SDG 5 (Gender Equality) melalui penguatan narasi perempuan dalam tokoh Srikandhi, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pelestarian dan pengembangan warisan budaya takbenda, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi internasional dan lintas disiplin. Acara ini dihadiri oleh masyarakat umum dan sivitas akademika UNS, menandai terbukanya ruang dialog antara seni, akademik, dan publik.
Pentas ini merupakan hasil kolaborasi antara ethnomusicologist Dr. Ginevra House, komponis dan penyanyi bariton Wirawan Cuanda, serta Artaxiad Gamelan Syndicate, dengan dukungan penuh dari PUI Javanologi UNS. Karya ini berangkat dari kisah Mahabharata yang berfokus pada perjalanan dharma Bhishma dan Srikandhi, dimaknai ulang sebagai pergulatan eksistensial yang melampaui batas hidup, cinta, dan kebenaran. Melalui perpaduan gamelan Jawa, komposisi kontemporer, nyanyian bergaya opera Barat, serta dramatika musikal, pertunjukan ini mengajak penonton menyelami refleksi filosofis tentang moralitas, pengorbanan, kekuasaan, dan keadilan kosmik.
Dr. Ginevra House dikenal sebagai ethnomusicologist yang aktif dalam penelitian, pengajaran, dan pengembangan praktik gamelan Jawa di Inggris, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi dan komunitas gamelan lintas budaya. Keterlibatannya dalam proyek ini memperkuat dimensi akademik dan etnomusikologis karya, sekaligus membuka ruang dialog antara tradisi Jawa dan wacana musik global. Sementara itu, Wirawan Cuanda, seorang bariton dan komponis lulusan University of York, menghadirkan pengalaman musikal yang kaya melalui eksplorasi vokal klasik Barat yang berpadu dengan struktur dan rasa musikal gamelan, terinspirasi dari epos Mahabharata sebagai sumber narasi dan spiritualitas. Kolaborasi ini diperkuat oleh Artaxiad Gamelan Syndicate yang dikenal konsisten mengeksplorasi gamelan dalam konteks kontemporer dan eksperimental tanpa melepaskan akar tradisinya.
Mengacu pada sinopsis pertunjukan, “Bishma dan Srikandhi” disajikan sebagai teater musikal yang menggabungkan unsur gamelan, tari, dan vokal, menghadirkan adegan-adegan reflektif yang menyoroti konflik batin tokoh-tokohnya dalam menjalani dharma masing-masing. Narasi ini tidak hanya menghidupkan kembali kisah klasik, tetapi juga menempatkannya dalam konteks kekinian, dengan isu-isu seperti pemberdayaan perempuan, etika kekuasaan, dan relasi manusia dengan alam sebagai bagian dari diskursus yang relevan bagi masyarakat modern.
Dukungan PUI Javanologi UNS dalam penyelenggaraan acara ini menegaskan komitmen lembaga dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan Jawa melalui pendekatan akademik dan kolaboratif. Pentas ini menjadi contoh nyata bagaimana gamelan dan tradisi Jawa dapat bertransformasi menjadi medium dialog global, menjembatani seni, riset, dan pendidikan, sekaligus memperkuat peran universitas sebagai pusat produksi pengetahuan dan kebudayaan yang berkelanjutan.
Melalui pertunjukan ini, “Bishma dan Srikandhi, sebuah Konspirasi Kosmik yang Melampaui Hidup, Cinta, dan Kebenaran” hadir sebagai pengalaman estetik yang mendalam, mengajak penonton tidak hanya untuk menikmati musik, tetapi juga merenungkan makna kebenaran, pengorbanan, dan kemanusiaan dalam lanskap budaya global yang terus berubah.
