Cukup sebait saja, pasti anda langsung bisa menebak siapa tokoh yang akan kami bahas kali ini. Gesang Martohartono, sang musisi jawa legendaris yang akrab disapa Gesang. Lahir di kota Solo, 1 Oktober 1917, Gesang tidak langsung memulai karirnya sebagai musisi, melainkan hanya sebagai penyanyi lagu keroncong untuk pesta kecil-kecilan.
Sebelum menemukan karya emasnya, Gesang juga sempat menulis beberapa lagu seperti Keroncong Roda Dunia, Keroncong si Piatu, dan Sapu Tangan pada masa perang dunia II. Namun belum pernah ada yang pecah seperti Bengawan Solo yang ia ciptakan pada tahun 1940.
Tidak disangka-sangka, lagu Bengawan Solo ciptaannya bisa mengantar dirinya berkeliling Asia. Lagunya terdengar oleh seorang tentara Jepang dan ‘dibawa pulang’ dan mulai terkenal di luar negeri. Sampai saat ini, diketahui bahwa Bengawan Solo sudah diterjemahkan kedalam 13 bahasa asing termasuk bahasa Inggris, bahasa Rusia, bahasa Tionghoa, dan bahasa Jepang.