Masyarakat Jawa tentunya banyak dikenal sebagai masyarakat yang ramah. Selain itu, tahukah Sahabat Javanologi kalau Budaya Jawa juga memiliki banyak peribahasa dan filosofi di dalamnya? Peribahasa inilah yang menjadikan masyarakat Jawa menjadi lebih bijak dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Banyak hal yang dapat dipelajari dari bermacam peribahasa yang ada di Jawa ini. Salah satu peribahasa yang ada di dalam kebudayaan Jawa adalah ‘Urip iku Urup’ yang bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi ‘Hidup itu menyala’.

   ‘Urip iku urup’ Hidup itu Menyala. Peribahasa ini memiliki arti yang sangat dalam. Tentunya Sahabat Javanologi tahu bahwa kita sebagai makhluk sosial memiliki ketergantungan terhadap orang lain. Dalam peribahasa ini, kita diajarkan untuk hidup dengan memberikan manfaat kepada sesama tanpa rasa pamrih. Seperti halnya api yang memberi kehangatan dan menyala menerangi keadaan disekitarnya. Kita dihimbau untuk tidak bersifat egois dan mementingkan diri sendiri. Dengan maksud jika kita dapat membantu sesama, tentunya akan ada kebaikan dari orang yang mungkin pernah kita bantu akan datang kembali kepada kita.

   Dalam sejarahnya, peribahasa ini diajarkan oleh Sunan Kalijaga dalam usahanya untuk mengajarkan agama Islam di Jawa. Disebutkan bahwa kita harus selalu tulus dalam membantu orang lain sekecil apapun bentuknya. Sedangkan dalam kisah pewayangan di Jawa, ungkapan ini merupakan filosofi yang disampaikan oleh tokoh ‘Semar’ yang dikenal sebagai karakter yang arif dan bijaksana. Penerapan nilai-nilai filosofi dan kemanusiaan dari ‘urip iku urup’ sendiri dapat mewujudkan adanya solidaritas dan keakraban di dalam masyarakat.

Author: David Aria Wijaya