Indonesia merupakan negara yang kaya akan nilai dan budaya. Segala macam karya seni dan tradisi lisan berupa pantun, pepatah, peribahasa, dan sastra dari setiap aspek berlimpah ruah di negeri sendiri. Peribahasa atau paribasan dalam bahasa jawa yaitu suatu kelompok kata yang tetap susunannya dan mempunyai pesan atau maksud tertentu. Sahabat Javanologi, salah satu peribahasa yang akan kita bahas kali ini yaitu “Nabok Nyilih Tangan“. Peribahasa yang satu ini cukup populer dan mungkin kerap di dengar di kalangan masyarakat Jawa. Bagi masyarakat Jawa, paribasan mempunyai nilai yang sangat penting dalam kehidupan dan bahkan mencerminkan watak, sifat dan perilaku sehingga sangat dianjurkan untuk dipelajari.

“Nabok Nyilih Tangan“ secara harfiah berarti memukul meminjam tangan. Secara luas pepatah ini berarti memukul dengan meminjam tangan orang lain. Bila kita bedah dari kata perkata nabok bisa diartikan menampar, memukul dan atau tindakan menyakiti. ‘Nyilih’ berasal dari kata dasar silih yang artinya pinjam, kemudian mendapatkan imbuhan ny- yang berarti meminjam. Sedangkan tangan dalam paribasan ini bisa diartikan sebagai nama ataupun tangan yang sesungguhnya.

Sahabat Javanologi peribahasa yang memiliki konotasi negative ini biasanya disematkan pada seseorang dengan tindakan pengecut, tidak ksatria, licik dan menginginkan kebaikan namanya tetap terjaga. Contoh sederhananya adalah ketika seseorang menginginkan balas dendam atau ingin menyakiti terhadap suatu pihak, tapi dia menyuruh orang lain sebagai eksekutornya. Sehingga dengan demikian nama baik pihak pertama akan tetap terjaga.

 

Penulis: 
Nimas Ayu Anggraini

Sumber:

https://www.idntimes.com/life/education/anoraga-ilafi/7-peribahasa-jawa-c1c2?page=all

https://corojowo.blogspot.com/2013/08/kumpulan-peribahasa-dalam-bahasa-jawa_3.html