Museum Tertua di Indonesia

Museum yang berlokasi di Jl. Slamet Riyadi no.275, Sriwedari ini merupakan museum tertua di Indonesia. Didirikan tahun 1890 oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV, museum ini awalnya bernama Loji Kadipolo yang merupakan rumah singgah warga Belanda bernama Johannes Busselaar.

Radya berarti Kerajaan/Negara, Pustaka berarti Surat. Sesuai dengan awal mula bangunan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dokumen kerajaan.

Halaman depan museum Radya Pustaka

Seiring dengan bertambahnya koleksi, lambat laun Radya Pustaka beralih fungsi dan akhirnya menjadi museum. Selain koleksi arsip dan buku-buku kuno yang disimpan di perpustakaan, Museum Radya Pustaka juga memiliki beragam benda bersejarah seperti koleksi keramik, perunggu, wayang kulit, keris, arca, busana adat, dan senjata milik kerajaan. Terdapat juga satu set Gamelan yang berada di bagian tengah museum.

Gamelan Museum Radya Pustaka
Ornamen Rojomolo

Satu koleksi yang akan menarik perhatian adalah bagian dari kapal Rojomolo yang dibuat oleh Pakubuwono V. Rojomolo sendiri merupakan simbol penolak bala.

Dalam perkembangannya, peran Museum Radya Pustaka juga tidak terbatas sebagai tempat penyimpanan barang bersejarah saja, tapi juga mulai mengedepankan aspek rekreasi, edukasi, dan kebudayaan dengan memberikan edukasi dan informasi di setiap koleksinya. 

Apabila anda menyukai konten-konten kami, kunjungi laman Instagram kami dan bagikan konten kami kepada teman-teman anda.