nDalem Sasono Mulyo

nDalem Sasono Mulyo adalah bangunan yang termasuk nDalem Pangeran atau bangunan yang diperuntukkan bagi para Putra Raja. Bangunan ini didirikan pada masa pemerintahan PB IV. Bangunan Ndalem Sasono Mulyo memiliki kelengkapan bagian-bagian bangunan Jawa, terdiri dari 4 (empat) unsur yang biasa terdapat pada rumah tradisional Jawa, yaitu Pendopo, Pringgitan, Ndalem dan Gandhok.

Bangunan Pendopo berupa joglo dengan 36 saka. Adapun pringgitan bercirikan atap limasan dengan 8 saka. Tiang/saka pada bangunan ini memiliki penampilan khas karena dibuat dengan cara bukan diketam melainkan di’pethel’/ditatal/dikampak.

Terdapat pula bangunan tambahan di sepanjang sisi timurnya yang merupakan tempat para abdi dalem (pelayan) yang mengurus kebutuhan sehari-hari putera mahkota.

Bangunan ini dahulunya juga sempat digunakan sebagai tempat penampungan anggota PKI yang ditahan karena kondisi lapas yang sudah tidak mencukupi. (surakarta.go.id, detik.com)

Lodjie Sasono Mulyo

Terdapat pula bangunan unik yang berlokasi tepat di samping sebelah barat Ndalem Sasono Mulyo. Rumah ini justru dibangun dengan sentuhan gaya arsitektur berbeda. “Rumah ini tidak bergaya arsitektur Eropa, tetapi juga tidak bergaya arsitektur Jawa. Orang-orang menyebutnya dengan istilah rumah indische [perpaduan sentuhan gaya arsitektur khas Eropa dan nusantara],” ujar G.P.H. Dipokusumo, pemilik rumah.

Berbeda dengan Ndalem Sasono Mulyo yang memiliki banyak fungsi, Ndalem Lodjen Sasono Mulyo hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Ciri khas bangunan indische paling menonjol salah satunya adalah tata ruangnya yang menggunakan standar Eropa. Di sini ada living room, dining room, dapur dan lain-lain yang memiliki tipe hampir sama dengan rumah-rumah minimalis saat ini. (rumah190.com)

Apabila anda menyukai konten-konten kami, kunjungi laman Instagram kami dan bagikan konten kami kepada teman-teman anda.