Kalau kamu pernah melihat janur melengkung di depan rumah? Ternyata janur kuning tersebut bukan hanya sekedar dekorasi semata, melainkan menyimpan fungsi dan filosofi tertentu dalam adat istiadat di Jawa.

Janur merupakan rangkaian daun kelapa yang masih muda berwarna keputihan. Janur biasanya dipasang di pernikahan dalam adat jawa sebagai penanda bahwa sebuah keluarga tengah mengadakan hajatan.

Di balik penggunaannya, janur juga memiliki makna simbolis. Dalam pemaknaan budaya Jawa, janur sering dikaitkan dengan istilah sejatining nur, yang dimaknai sebagai “cahaya sejati” atau cahaya Ilahi. 

Daryanti dan Nurjannah (2021) mengatakan bahwa janur memiliki makna yang berupa cita-cita mulia yang tinggi untuk mencapai cahaya Ilahi dari hati yang bersih, khususnya untuk kedua calon mempelai. Selain itu, adanya janur kuning juga dipercaya semoga dapat menyingkirkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Janur dapat dirangkai menjadi berbagai bentuk, salah satunya adalah kembar mayang yang biasanya ditempatkan di sekitar pelaminan. Rangkaian ini menjadi bagian dari perlengkapan dalam prosesi pernikahan Jawa dan mengandung berbagai simbol serta harapan bagi kehidupan rumah tangga pengantin.  

Menariknya, penggunaan janur tidak hanya membuat suasana pernikahan menjadi lebih khas dan sakral, tetapi juga menunjukkan bagaimana masyarakat Jawa menyisipkan doa dan harapan melalui benda-benda yang hadir di sekitar mereka. Maka dari itu, ketika kita melihat sebuah janur kuning yang melengkung, hal itu merupakan salah satu bentuk kecil warisan budaya jawa yang masih hidup hingga sekarang.

Sumber:

Ditulis oleh:
Sekarjagad Aulia Amanda Ma’ruf