Pernah ngide jalan-jalan di Dieng dadakan terus bingung mau kemana? Coba turun ke kota Wonosobo untuk menikmati makanan yang jarang ada di Solo ini.

Adalah mie rebus khas kota Wonosobo dan kota-kota di dataran tinggi sekitarnya yang direbus bersama kol, potongan daun kucai yang bisa menurunkan tekanan darah tinggi, lalu disiram dengan kuah kental hangat berkanji, dipadukan kaldu daging sapi atau ayam, yang disebut dengan “loh”

Menurut catatan sejarah lokal dari buku Bawana Winasis Dieng (2021), resep ini pertama kali diracik oleh Muhadi, seorang juru masak di Kelurahan Jaraksari, Wonosobo.

Dinamakan Mie Ongklok, karena proses pembuatannya yang dicelupkan secara berulang-ulang ke dalam air mendidih menggunakan alat khusus berbentuk keranjang kecil menyerupai gayung yang terbuat dari anyaman bambu yang bernama Ongklok. Proses ini disebut dengan “diongklok”, yang menjadi ciri khas dari cara memasak Mie Ongklok.

Selain mie nya yang unik, ada beberapa lauk pendamping yang menggugah selera, beberapa berupa sate sapi, tempe kemul, yakni tempe yang dibalur dengan tepung, boleh juga dengan geblek, yang merupakan makanan khas dari singkong.

Banyak orang bertanya, “kenapa mie ini dipadukan dengan sate?” 

Menurut cerita turun temurun mengatakan bahwa pada awal kemunculannya sekitar tahun 1940-an, daging merupakan barang yang mahal bagi masyarakat, sehingga masyarakat mengakalinya dengan menggunakan ebi dan gula jawa untuk rasa gurihnya. Bahkan, mie ongklok sempat disantap dengan tahu bacem.

Seiring berjalannya waktu, sebagai pelengkap (kondimen) tradisional untuk memperkaya cita rasa serta untuk jamuan para pendatang di dataran tinggi sekitar Wonosobo, sate sapi yang kaya akan protein ini mulai disajikan untuk membantu menghangatkan tubuh karena memiliki efek termogenik yang tinggi untuk menjaga stamina.

Pun, kehadiran sate sapi berbalut bumbu kacang dan kecap manis ini memberikan kontras rasa smoky yang menyatu sempurna saat disantap bersama kuah.

Rekomendasi restoran Mie Ongklok paling legendaris di Wonosobo yang wajib dicoba

  1. Mie Ongklok Longkrang: berdiri sejak 1975 (ada juga yang mencatat sejak 1969). Terkenal akan kuah kental yang gurih, sate sapi yang empuk dan smoky, serta tempe kemul dan geblek. Range harga: Rp 12.000/porsi mie ongklok; Rp 32.000/10 tusuk sate sapi. Alamat: Longkrang, Jl. Pasukan Ronggolawe No.4, Wonosobo Timur, Wonosobo Tim., Kec. Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56311
  2. Mie Ongklok Pak Muhadi: berdiri sejak 1966 di pusat kota Wonosobo. Jalan T. Jogonegoro Jl. A. Yani No.1, Tosari, Jaraksari, Kec. Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56314. Range harga: Rp 15.000-Rp 30.000

Referensi:

Foto:
https://backpackerjakarta.com/wp-content/uploads/2016/09/mie-ongklok-.jpg

Ditulis oleh:
Rr. Larasati Bhre Kusumo Pambayun