Kampung Batik Laweyan merupakan salah satu sentra batik tertua dan terkenal di Kota Solo. Berada di bagian barat kota, kawasan ini telah berkembang sebagai penghasil batik sejak sebelum abad ke-15. Tradisi batik di Laweyan kemudian semakin berkembang dan mencapai masa kejayaan pada awal 1900-an seiring penggunaan teknik batik cap yang lebih cepat dan ekonomis. Perkembangan industri tersebut juga meninggalkan jejak berupa rumah-rumah kuno milik para saudagar batik dengan perpaduan arsitektur Jawa, Eropa, Tionghoa, dan Islam. Hingga kini, tembok tinggi dan gang-gang sempit masih menjadi ciri khas yang dapat ditemukan ketika menyusuri kawasan Laweyan.

Sebagai kawasan yang identik dengan batik, Laweyan terus mempertahankan sekaligus mengembangkan produk batiknya. Saat ini terdapat sekitar 250 motif batik yang telah dipatenkan, dengan karakter warna yang cenderung lebih terang dibandingkan batik Kauman yang dikenal dengan warna gelap dan motif klasik. Perkembangan batik Laweyan juga tidak terlepas dari perjalanan panjang industrinya. Setelah mengalami kemunduran sejak munculnya tekstil bermotif batik pada 1970-an, masyarakat dan para pelaku usaha terus melakukan berbagai upaya untuk membangun kembali industri batik Laweyan hingga berkembang menjadi kawasan wisata batik.

Menariknya, berkunjung ke Kampung Batik Laweyan tidak hanya sebatas membeli batik. Wisatawan dapat melihat dan mempelajari proses pembuatan batik melalui kursus membatik singkat maupun workshop yang lebih intensif untuk mengenal teknik batik tulis dan cap. Setelah menjelajahi kawasan, pengunjung juga dapat menikmati suasana kampung dan mencicipi berbagai kuliner khas seperti ledre, apem, serta makanan khas Solo lainnya. Dengan perpaduan sejarah, batik, arsitektur, dan aktivitas wisata, Laweyan menawarkan pengalaman untuk mengenal warisan batik Solo secara lebih dekat.